Welcome to www.winkamaru.com

Kritik Bukan Kebencian Tetapi Kepedulian


Demokrasi tentang kebebasan mengeluarkan pendapat terkadang menjadikan kita merasa bebas mengeluarkan pendapat dan kritikan tak lagi selalu mengarah dan menjunjung nilai-nila etis.

Kritik sebaiknya bersifat penegasan atau protes terhadap sesuatu yang tujuan capaian nya adalah orang yang menerima kritik bisa toleran dan memahami maksud kritik sebagai sebuah pesan moral untuk memperbaiki sesuatu yang mungkin dianggap kurang oleh pengkritik.

Sejalan dengan hal tersebut dikutip dari artikelsiana.com pedoman melakukan kritik yang baik alangkah eloknya bila mengandung 4 poin berikut:

  1. Penyampaian kritik dimaksudkan untuk memperbaiki pendapat atau perilaku seseorang dan tidak didasarkan atas kebencian terhadap orang yang dikritik.
  2. Kritik sebaiknya memiliki dasar dan memuat fakta-fakta pendukung yang kuat serta meyakinkan. Sehingga orang yang dikritik bisa menyadari apa kesalahannya.
  3. Penyampaian kritik harus efektif. Dimana inti permasalahan yang disampaikan dapat dengan mudah ditangkap oleh orang yang dikritik.
  4. Menghindari penggunaan kata-kata yang bisa menyinggung perasaan sehingga dapat memancing sikap defensif orang yang dikritik. Jadi gunakanlah kata-kata yang sopan dan bijaksana tetapi tetap tidak mengurangi esensi kritik yang disampaikan.

Berdasarkan ke 4 poin tersebut hal paling utama yang perlu dihindari pengkritik adalah penggunaan kata-kata yang menyinggung perasaan sebab bisa memancing sikap defensif orang yang dikritik.

Hal ini akan menyebabkan kritik tidak dapat diterima sebab sikap defensif, respon atas kritik tersebut oleh orang yang menerima kritik akan cenderung menganggap pengkritik sebagai orang yang membencinya bukan mengkritiknya.

Akhirnya kritik tidak tersampaikan dan yang mengkritik akan menjadi lebih emosional lagi. Lalu mengkritik dengan kebencian yang sama dan lagi-lagi terus memancing interaksi yang berulang. Begitu seterusnya.

Hubungan pun menjadi lebih buruk setiap saat.

Ya… orang yang dikritik memang bukan kekasih anda tapi tujuan kritik yang anda lakukan mungkin untuk kebaikannya dan kemaslahatan bagi banyak orang. Oleh karenanya hubungan komunikasi yang baik adalah kebaikan yang juga penting untuk dilakukan pengkritik.

Contoh kritik yang menggunakan cara-cara yang baik dan santun terlihat seperti tanggapan kritik berikut:

Masalah kemacetan di kota jakarta memang sudah berlangsung lama. Akan tetapi, upaya pemerintah untuk mengatasinya, saya kira tidak ada. Buktinya dari hari ke hari tetap saja demikian. Padahal, kalau pemerintah benar-benar mempunyai kepedulian, masalah tersebut dapat diatasi dengan bercermin pada pengalaman di negara lain yang berhasil mengatasi masalah serupa.

Di dalam kritik yang disampaikan tersebut kita bisa melihat pengkritik menyampaikan beberapa poin penting. Diantaranya:

  1. Masalah: Masalah yang disampaikan dalam kritik tersebut adalah ketidakpedulian pemerintah dalam mengatasi persoalan kemacetan di ibu kota jakarta.
  2. Alasan: Alasan dari penyampaian kritik di atas dikarenakan pengkritik merasa masalah kemacetan yang sudah berlangsung lama, tetapi tidak ada upaya pemerintah untuk mengatasinya.
  3. Solusi: Pengkritik juga ingin menyampaikan bahwa pemerintah harus mempunyai kepedulian dengan bercermin pada negara-negara lain yang berhasil mengatasi masalah serupa.

Selain menggunakan bahasa yang sopan pengkritik langsung menyasar pada persoalan yang dikritiknya tanpa menyerang personal individu yang dikritik dan menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh yang dikritik.

Di ruang-ruang online seperti status-status di timeline dan komentar-komentar di medsos sebagian besar merupakan kritikan ringan serta umumnya dalam bentuk ulasan juga bisa jadi berupa ocehan / omelan.

Seperti salah satu komentar berikut:

SC: Win Kamaru

Komentar ini ditujukan pada salah satu ‘video lagu’ yang diunggah orangtaliabu.com di media sosial YouTube. Karena yang mendengar merasa lagunya jelek ia pun langsung menyampaikan keluh kesahnya seperti gambar di atas.

Contoh ini bukanlah kritik. Sebab berisi emosional yang jelas-jelas menyerang secara personal. Andaikan ini kritik mungkin yang berkomentar dapat menyampaikan seperti ini:

Musiknya udah bagus namun yang nyanyi masih fals. Apakah hasil recordnya yang kurang baik atau tidak. Alangkah baiknya pada karya-karya selanjutnya bisa lebih baik lagi.

Di sini kita bisa melihat bahwa penyampaian kritik tersebut ditujukan pada karyanya bukan kepada pribadi seseorang.

Intinya kritik adalah kemaslahatan bukan kebencian. Mungkin demikian sobat taliabu semuanya.

Salam…