Welcome to www.winkamaru.com

Tentang BERT, Algoritma Pencarian Google 2019


Dilansir dari media CNN Indonesia. Google sebagai raksasa mesin pencari, kini telah membenamkan teknologi teranyar mereka untuk memberikan pengalaman yang ramah kepada penggunanya dalam melakukan pencarian informasi menggunakan mesin pencari google search.

Pembaruan teknologi ini adalah sebuah sistem Algoritma Google yang berbasis neural language processing (NLP) yang disebut BERT (Bidirectional Encoder Representations From Transformers). Fungsi utama algoritma google kali ini adalah memfokuskan konteks penafsiran maksud pencarian pengguna berdasarkan kueri yang digunakannya secara lebih baik.

Meski Algoritma Google BERT ini tidak memberikan penalti terhadap website yang tidak lagi sesuai dengan standar mereka tetap saja sebagai blogger maupun content creator penting untuk mengetahui dan mengenal bagaimana sistem ini bekerja.

Google BERT secara umum akan berusaha untuk menafsirkan permintaan pengguna berdasarkan kueri yang digunakannya saat melakukan pencarian melalui google search. Dengan kata lain, sistem BERT ini akan berusaha memfokuskan artikel-artikel yang paling relevan sesuai dengan keinginan yang benar-benar diinginkan oleh penggunanya.

Hal ini senada dengan yang diungkapkan Danny Sulliva, Public Liaison for Search bahwa sistem ini akan lebih mempermudah pengguna untuk mencari apa yang ingin diketahuinya menggunakan mesin pencarian google.

Ia juga melanjutkan bahwa Algoritma Google BERT nantinya tidak hanya mengenali kata secara individual melainkan dapat mengenali setiap kata saat disatukan menjadi kalimat. Salah satu sistem ini adalah kemampuan sistem untuk belajar dari sebuah bahasa dan menerapkannya ke bahasa lain sehingga hal ini dapat membantu mesin pencarian google dalam menyajikan hasil yang relevan dalam berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut, kita pahami bahwa Algoritma Google BERT kali ini merupakan salah satu pengembangan teknologi kecerdasan buatan google setelah rankbrain yang berusaha mengenali bahasa penggunanya layaknya sebagai manusia yang dapat mengerti maksud dan pertanyaan orang lain.

Lantas Bagaimana Pengaruh Google BERT terhadap SEO di Mesin Pencari


Sebagaimana pengaruh umum setiap kali ada pembaruan algoritma google tentu pengaruhnya bisa saja baik dan bisa saja buruk. Beberapa situs mungkin akan mendapatkan manfaat dari pembaruan Algoritma ini beberapa blog lainnya malah sebaliknya. Oleh karenanya jika situs mengalami penurunan trafik akibat pembaruan algoritma ini.

Maka berdasarkan tips MSN berikut beberapa hal yang mungkin dapat dilakukan.

1. Identifikasi Kata Kunci Penyebab Trafik Situs Menurun

Untuk melakukan identifikasi kueri (keyword) penyebab trafik situs menurun dapat dilakukan melalui google search console. Kita dapat menjalankan comparison report kemudian periksa kueri situs yang mengalami penurunan trafik kemudian lakukan optimasi pada konten situs dengan menargetkan kueri yang lebih baik dan mudah dimengerti oleh mesin pencari.

Umumnya kueri yang memaksakan kata kunci tanpa adanya relevansi konten akan mengalami penurunan trafik. Oleh karenanya target kueri dapat diupdate sedemikian rupa melalui konten situs sebaik-baiknya menggunakan bahasa yang benar dan relevan sesuai isi konten blog.

2. Pelajari Jenis Kueri yang Berada di Page One Google Search

Untuk mengetahui jenis kueri yang muncul di mesin pencari paska Algoritma Google BERT ini diluncurkan adalah dapat dilakukan dengan melihat tipe konten yang sering muncul, sudut pandang penulisan, serta perhatikan apakah kueri-kueri yang muncul adalah jenis kueri yang menjawab pertanyaan pengunjung? dan lain sebagainya.

Dengan melakukan hal ini, setidaknya kita dapat mengidentifikasi beberapa masalah teknis mengenai jenis-jenis kontan yang sering muncul di google search setelah algoritma BERT ini diluncurkan.

3. Perbarui dan Modifikasi Konten

Setelah melakukan dua hal di atas! Selanjutnya, kita mungkin perlu melakukan update konten situs sealami mungkin tanpa memaksakan penggunaan kata kunci yang berulang-ulang di dalam artikel. Sehingga bahasa konten akan menjadi lebih berkualitas dan merupakan bahasa manusia tidak lagi sebagai bahasa sistem yang dipaksakan untuk mengejar kata kunci tertentu pada robot mesin pencari.

Hal ini mungkin penting dilakukan, sebab Algoritma Google BERT memiliki kecerdasan buatan untuk mengkonfirmasi permintaan penggunanya secara lebih spesifik dan relevan dan memahami kata-kata tersebut layaknya mengetahui maksud penggunanya.

Berdasarkan hal ini, kita mengetahui bahwa fokus utama algoritma ini adalah menyajikan informasi yang paling relevan kepada pengguna berdasarkan hasil pengolahan informasi BERT dalam memahami maksud yang dicari oleh pengunjung dari kueri yang digunakannya.

Cara Optimasi SEO untuk Algoritma Google BERT


Perlu diketahui bahwa algoritma BERT adalah sebuah sistem yang terus berkembang dan belajar memahami maksud penggunanya layaknya sebuah kecerdasan. Oleh karenanya, pihak google menyatakan bahwa tidak ada yang dapat dilakukan untuk mengoptimasi website dan memenuhi standar BERT. Ini dikarenakan sistem BERT bekerja berdasarkan feedback atau kepuasan pengunjung.

Berdasarkan pada hal ini, satu-satunya cara mengoptimasi SEO untuk memenuhi standar BERT adalah membuat jenis-jenis konten yang berkualitas dan mampu memberikan informasi dan menjawab keingintahuan pengunjung.

Penutup


Sebagai sebuah tambahan dikutip dari media CNN Indonesia berdasarkan pernyataan Danny Sulliva, Public Liaison for Search. Pihak Google saat ini untuk memaksimalkan kerja Google BERT mereka sedang mengembangkan software untuk menemukan halaman situs yang dapat diakses publik. Software ini disebut web crawler yang berfungsi menganalisis dan mengikuti link yang berada di sebuah halaman web.

Nantinya crawler ini akan berpindah dari tautan yang satu ke tautan yang lain dan mengirim data tersebut ke server google. Sistem ini akan mencatat sinyal penting dari kata kunci hingga keaktualan nya lalu melacak semuanya di indeks penelusuran. Sehingga tautan yang dikirimkan tersebut menjadi kueri penentu dalam menilai relevansi konten situs dan kueri yang dicari pengunjung (pengguna google search).