Welcome to www.winkamaru.com

Jiwa Yang Menentukan Takdir


Jiwa Yang Menentukan Takdir - Ini adalah bahasan yang tidak bisa dijelaskan dengan gamblang. Bagaimanapun semuanya bergantung pada kepercayaan.

Mereka yang percaya akan menghargai setiap kejadian yang menimpanya, baik dalam kategori buruk maupun sesuatu yang membahagiakan. Sementara yang tak mempercayainya akan menyederhanakan makna takdir sebagai sesuatu yang telah ia putuskan.

Untuk menjadi seperti ini, maka aku harus begini dan begini. Seakan-akan semua yang dilakukan itu akan sesuai dengan yang diinginkannya. Meski demikian terkadang apa yang mereka putuskan itu mujur dan mudah dilakukannya. Sebab dalam diri mereka dan lingkungan mereka telah terbangun sebuah kedisiplinan dan keharmonisan sehingga mereka menjadi pribadi yang siap tanpa disadarinya.

Lain lagi halnya dengan mereka yang lingkungannya banyak terjadi penyimpangan sosial, kehidupan yang tidak harmonis, hubungan keluarga yang rusak, dan masalah-masalah kejiwaan lainnya.

Mereka mungkin menjadi pribadi baik tetapi dengan pemikiran dan jiwa yang penuh tekanan. Bahayanya jika tekanan itu lebih kuat dibanding pemikiran yang sehat maka lumat sudah segala macam harapan yang ingin digapainya.

Orang-orang seperti ini adalah mereka yang dianggap gagal dan pribadi yang gampang menyerah. Sedikit saja merasa tak dihargai atau dipermalukan maka kebencian yang hadir akan berdampak luas pada segala aspek.

Mereka menganggapnya sebagai kekecewaan dan orang lain menganggapnya amoral dan kepasrahan.

Yap, setiap pribadi itu beda! Ada yang mampu menghadapi masalah hidupnya dengan baik karena terlatih oleh kedisiplinan, kasih sayang, dan keharmonisan. Sementara ada yang tak mampu menerjemahkan dengan baik kehidupannya akibat lingkungan ‘sakit’ yang membangun pribadinya. Bagaimanapun takdir memang tak ada yang bisa memastikannya.

Tetapi jalan hidup adalah sebaik-baiknya kedisiplinan, kasih sayang dan keharmonisan. Dengan begitu mereka yang hidup akan banyak bertarung untuk menjadi pribadi yang kuat juga baik. Selebihnya adalah semangat survive. Tidak berlaku bagi mereka yang ‘amoral’.

Jangan mencaci hidup! Semangati saja mereka, seluruh kerabat dan kawan dekat yang mungkin kau anggap kurang beruntung!

Taliabu, 19 Agustus 2019 - Desa Gela