Welcome to www.winkamaru.com

Pelangi Taliabu: Calon Bupati Taliabu Harus Bisa Bahasa Taliabu


Bukan Taliabu Community namanya jika Grup Online ini tidak menghadirkan postingan-postingan menarik, pelik, menggelitik, dan mendapatkan banyak respon dari teman-teman orang taliabu di berbagai belahan jagat maya ini.

Salah satunya yang cukup menarik adalah postingan yang dibagikan oleh akun bernama Pelangi Taliabu. Ia mengharuskan jika ke depannya setiap calon pemimpin (bupati) di taliabu harus bisa berbahasa taliabu sebagai sebuah standar layaknya mereka menjadi calon kepala daerah di kabupaten pulau taliabu.


Secara positif hal ini memang cukup penting. Tetapi untuk standar layaknya seorang calon kepala daerah di taliabu harus menguasai bahasa daerah taliabu sepertinya tidak harus menjadi ketentuan. Tetapi jika akan diwacanakan maka hal ini perlu dibicarakan banyak pihak yang memiliki kewenangan mengenai persoalan ini.

Bukan maksud karena tidak mencintai bahasa daerah taliabu, melainkan proses penguasaan bahasa taliabu umumnya oleh mereka yang semasa kecil bergaul atau hidup dalam masyarakat yang mayoritasnya sehari-hari menggunakan bahasa daerah taliabu.

Selain itu masyarakat atau orang taliabu saat ini tidak hanya mereka yang merupakan penduduk pribumi. Beberapa penduduk lain juga datang dari berbagai daerah dan umumnya didominasi oleh suku pendatang seperti buton maupun wakatobi. Sehingga taliabu bisa dibilang adalah daerah dengan beragam adat istiadat, budaya, termasuk memiliki banyak ragam bahasa daerah.

Beberapa diantaranya ada yang menguasai bahasa daerah taliabu, beberapa yang lainnya menguasai bahasa daerah kepulauan buton hingga wakatobi, dan masih banyak lagi. Bahkan ada juga yang mampu menguasai beberapa bahasa daerah sekaligus baik bahasa daerah taliabu maupun bahasa daerah dari suku pendatang.

Secara prinsip jika kita lihat realitasnya di masyarakat. Penguasaan bahasa daerah sangat dipengaruhi oleh tempat tinggal seseorang. Jika di tempat tinggal mereka didominasi suku pendatang maka bahasa daerah yang umumnya digunakan dan dipelajari secara alami adalah bahasa suku pendatang tersebut. Hal ini juga berlaku sebaliknya.

Di taliabu banyak desa-desa yang umumnya dihuni oleh orang-orang taliabu yang mayoritasnya adalah suku pendatang. Desa-desa tersebut seperti Desa Nggele, Desa Lede, Desa Sahu, Desa Tanjung Una, dan beberapa desa lain yang mungkin tidak disebutkan.

Beberapa desa di atas umumnya dihuni oleh orang-orang taliabu suku pendatang dari Kaledupa, Tomia, dan Muna. Jadi jika kita berada di desa Nggele maupun Desa Sahu maka umumnya kita akan mendengar masyarakat berkomunikasi menggunakan bahasa Tomia sementara di Desa Lede umumnya didominasi oleh bahasa daerah Kaledupa serta di Desa Tanjung Una banyak dijumpai masyarakat menggunakan bahasa Muna. Bahasa-bahasa daerah tersebut adalah bahasa daerah dari Sulawesi Tenggara.

Ini artinya tidak semua orang taliabu menguasai bahasa daerah taliabu. Meski mereka telah lahir dan besar di taliabu dari makanan yang ditumbuhkan perut bumi dan laut taliabu. Sebab penguasaan bahasa daerah taliabu umumnya terjadi secara alami dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal seseorang.

Secara identitas memang sebaiknya setiap orang taliabu menguasai bahasa daerah taliabu tidak peduli suku pendatang maupun suku asli taliabu. Tetapi mengenai mengharuskan calon kepala daerah taliabu menguasai bahasa taliabu menurut penulis sendiri masih cukup dini untuk diwacanakan. Meski memang hal ini penting "Secara Identitas".

Tetapi persoalan itu diserahkan kembali kepada pihak yang memiliki kewenangan di sana. Saya lebih tertarik mengenai penguasaan bahasa daerah taliabu untuk orang-orang taliabu terlepas dari masalah ia akan mencalonkan diri sebagai kepala daerah taliabu atau tidak. Intinya mempelajari dan menguasai bahasa daerah taliabu penting bagi orang taliabu.

Oleh karenanya pemerintah sekarang memiliki tanggung jawab besar untuk mengupayakan pelestarian bahasa daerah taliabu salah satunya melalui pendidikan.

Ini dikarenakan jika bahasa daerah taliabu telah intens dan maksimal diajarkan di sekolah-sekolah yang berada di taliabu. Maka ini akan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap orang taliabu untuk belajar bahasa daerah taliabu.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahasa taliabu umumnya dipelajari secara alami dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal sehingga tidak semua orang taliabu memiliki kesempatan belajar dan menguasai bahasa daerah taliabu.