Welcome to www.winkamaru.com

Banjir Kota Bobong adalah Hal Biasa dan Bukan Masalah Besar


Mungkin anda atau beberapa teman yang sering nimbrung dalam grub online taliabu community di facebook sudah pernah mendengar ungkapan yang kurang lebih persis seperti judul dalam tulisan ini.

Banjir di kota bobong adalah hal biasa dan bukan masalah besar yang perlu diseriusi. Karena sudah sejak dulu sebelum menjadi Ibu Kota Kabupaten Pulau Taliabu seperti sekarang ini.

Tidak hanya kota bobong, kota-kota besar seperti jakarta saja mengalami banjir apalagi hanya bobong.

Analogi yang cukup miris untuk membenarkan situasi ini. Entah untuk tujuan apa! Apakah untuk membenarkan keadaan? ataukah untuk mengelak dari tinju kritik? Saya tidak bisa memastikan hal ini.

Tapi satu hal yang saya pahami Kota Bobong merupakan Ibu Kota Kabupaten Pulau Taliabu. Sehingga sangat penting mendapatkan perhatian serius dengan pelayanan yang prima. Sebab Kota Bobong merupakan cerminan dan kebanggaan Daerah Taliabu.

Maka sebaiknya kita mungkin harus membedakan Bobong tempoe doeloe dan Bobong sebagai Ibu Kota kabupaten seperti sekarang. Jika tak ada perubahan yang cukup signifikan maka realisasinya Kota Bobong sebagai Ibu Kota kabupaten menjadi dipertanyakan.

Tapi semua itu terserah anda.

Silakan saja berbahagia dengan keadaan yang ada. Jika banjir adalah hal yang biasa dan bukan masalah besar. Sudah saja jangan terlalu serius.

Tapi tulisan ini bukan untuk membenarkan apalagi menyalahkan.

Sebagai seorang blogger asal taliabu saya cukup senang menulis untuk menyampaikan argumentasi atau pendapat-pendapat saya.

Persoalan banjir di Kota Bobong yang dinilai biasa oleh masyarakat asli Kota Bobong memang adalah hal yang benar. Sebab setiap orang yang sudah terbiasa dalam kesulitan cenderung lebih kuat dan tegar. Begitu pun ketika sudah terbiasa dengan banjir hal tersebut tidak lagi menjadi masalah. Toh banjir kota bobong hanya genangan air biasa.

Meski begitu yang menjadi pertanyaan terbesar bagi kita semua khususnya orang taliabu adalah "Apakah banjir kota bobong tidak dapat diatasi?"

Jawabannya mungkin sulit...

Bahkan jika saya tidak salah menerka anda yang membaca tulisan ini mungkin telah mengeluarkan umpatan kepada saya.

Tapi tak masalah meski saya dinilai negatif. Tulisan ini akan tetap saya lanjutkan hingga seluruh isi kepala ditumpahkan semua di sini.

Saya percaya bahwa persoalan banjir di kota bobong sebenarnya bisa ditanggulangi. Saya mempercayai itu tapi tidak memiliki cukup ilmu untuk memberikan solusi. Sebab saya saat ini hanya bisa menulis tulisan sederhana seperti ini. Tak lebih.

Saya hanya tidak percaya bahwa meski Anda sebagai masyarakat asli bobong sudah terbiasa dengan banjir, Anda pasti mempunyai keinginan yang sama agar Kota Bobong menjadi lebih baik. Masalah banjir teratasi, jaringan komunikasi yang stabil dan mungkin masih banyak lagi.

Anda yang berkoar-koar bahwa banjir adalah hal biasa pasti punya keinginan yang sama bahwa ingin masalah banjir di bobong bisa ditemukan solusinya. Sebab setiap individu pasti menginginkan yang lebih baik. Ibaratnya jika bisa memiliki sapi sehat yang gemuk buat apa mengambil yang kurus dan tidak sehat. Pasti setiap orang menginginkan yang lebih baik menurutnya.

Namun jika banjir itu baik untuk Kota Bobong. Silakan saja membanggakan itu.


Banjir di Kota Bobong mungkin bukan masalah yang besar. Sebab banjir kota bobong umumnya terjadi akibat genangan air pada pemukiman tengah kota yang merupakan dataran yang cukup rendah dibanding daerah pantai.

Tapi! meski seperti itu, bukan berarti masalah banjir harus disepelekan. Sebab banjir bisa melumpuhkan aktivitas masyarakat, menimbulkan kerugian ekonomi, kesulitan mendapatkan air bersih, hingga dapat menjadi penyebab masalah kesehatan bagi masyarakat termasuk dapat memakan korban jiwa.

Melihat hal ini, maka masalah banjir meski sudah dianggap biasa perlu untuk segera ditanggulangi sehingga masyarakat menjadi nyaman dan leluasa untuk beraktivitas dan terhindar dari ancaman penyakit dan tercemarnya air akibat banjir.

Bisa dibayangkan! Ketika saya berjalan-jalan malam hari. Padahal sudah dua hari lamanya sejak hujan mulai berhenti di kota bobong.

Saya menyaksikan beberapa rumah warga digenangi banjir hingga dalam rumah kira-kira di atas mata kaki orang dewasa. Mungkin ini adalah hal biasa! Tapi ini sangat miris sebab aktivitas di Rumah menjadi sangat terganggu, lebih-lebih saat menerima tamu. Dibayangkan saja bagaimana jadinya jika itu rumah Anda?

Siapa yang akan bertanggung jawab? dan Siapa yang harus melihat kondisi seperti ini?

Jawabannya kita semua bertanggung jawab mengenai persoalan ini! Mengkritik adalah bentuk tanggung jawab yang lahir dari keprihatinan.

Masalah banjir di bobong yang tidak juga kunjung ditemukan solusinya, bisa jadi karena masyarakat asli bobong telah menganggapnya biasa dan tidak merasa perlu mendapat yang lebih baik. Makanya orang-orang penting yang punya kuasa mengenai hal ini telah menganggap bahwa tak ada lagi masalah yang dikeluhkan masyarakat, meski itu banjir sekalipun.