Welcome to www.winkamaru.com

Apakah Kritik Harus Selalu Dibarengi Solusi?


Maaf jika saya gagal paham. Tapi saya cenderung tidak setuju jika kritik harus selalu dibarengi dengan solusi. Sebab antara kritik dan solusi bersumber dan menghadapi proses penyelesaian yang terpisah. Keduanya tidak berbarengan.

Kritik bisa lahir secara spontanitas berdasarkan kegelisahan pribadi sementara solusi tidak. Solusi umumnya lahir berdasarkan proses panjang seperti menimbang permasalahan, musyawarah atau diskusi dan dilanjutkan dengan pengambilan keputusan.

Solusi selalu melalui proses panjang dikarenakan perlu adanya analisa terhadap keputusan yang diambil. Sebab terkadang akan berbenturan dengan kepentingan-kepentingan banyak orang. Selain itu dalam perumusannya umumnya solusi datang dari pemecahan masalah yang juga melibatkan banyak orang.

Makanya kritik tidak bisa selalu berbarengan dengan solusi.

Tetapi kritik adalah bahan yang diperlukan dalam merancang atau mencari solusi yang lebih baik.

Artinya kritik hadir sebagai pelengkap dan bahan kajian inti yang sangat dibutuhkan untuk merancang atau mencari solusi.


Perbedaan lain yang cukup jauh membedakan antara kritik dan solusi adalah kritik lahir secara spontanitas berdasarkan kegelisahan pribadi individu sementara solusi umumnya akan melibatkan banyak orang atau melalui pertimbangan yang cukup panjang.

Jadi seseorang bisa langsung melakukan kritik tetapi untuk memberikan solusi perlu pertimbangan lain dan membutuhkan pendapat banyak orang yang ahli di bidangnya. Sebab solusi yang mungkin dipikirkan baik oleh seorang individu yang satu bisa saja dinilai cacat oleh individu lain.

Makanya pencarian solusi biasanya akan melibatkan pakar atau orang yang ahli di bidangnya. Tidak hanya diputuskan se pihak.

Namun, tidak tahu mengapa! Di luar sana ternyata masih banyak yang menuntut bahwa penyampaian kritik harus selalu dibarengi dengan solusi.

Padahal kritik yang disertai solusi umumnya adalah bentuk kritik yang disampaikan oleh seorang ahli dan terutama jika objek kritiknya merupakan kekurangan yang cukup fatal. Pun demikian solusi tersebut biasanya berupa saran dan tidak ada jaminan jikalau solusi tersebut akan langsung diterima dan akan menyelesaikan masalah.

Oleh karenanya meski bisa saja memberikan kritik disertai solusi, bukan berarti setiap kritik harus selalu dibarengi dengan solusi. Sebab semuanya tergantung kualitas subjek maupun objek yang dikritik apakah merupakan kekurangan yang cukup fatal atau tidak.