Welcome to www.winkamaru.com

Sejarah Asal Mula Nama Taliabu


Bagi sobat yang sedang membaca ulasan ini, barangkali memiliki pertanyaan yang sama. Kita lahir dan dibesarkan di daerah Taliabu tapi tidak tahu darimana kata Taliabu menjadi nama daerah ini.

Bahkan guru sejarah di sekolah saja barangkali tidak pernah bertanya dan memberi tugas kepada kita siswanya untuk mencari tahu sejarah-sejarah yang ada di taliabu. Salah satunya “Asal Mula nama Taliabu” itu sendiri.

Selama ini belum ada rujukan yang pasti dan jelas yang bisa dijadikan referensi jika hanya berharap pada referensi tertulis apalagi referensi online. Sebab pada kenyataannya sejarah taliabu hanya bisa diketahui dengan mewawancarai orang-orang tua yang memang telah lama berada di taliabu.

Beberapa orang tersebut yang dikenal mengetahui sejarah taliabu diantaranya adalah: 1. Paitua Nei (Air Bulan), 2. Paitua Bunga Harung Kimlaha (Padang Tengah), 3. Yance Kimlaha (Bakiki), dan mungkin masih banyak lagi. Itu pun bila para tetua tersebut belum tutup usia.

***

Minimnya literatur yang membahas tentang sejarah taliabu adalah alasan mengapa banyak dari masyarakat taliabu tidak tahu asal mula nama taliabu.

Berdasarkan tulisan online di blog Irfan Ahmad kata Taliabu atau dalam ejaan tempoe doeloe (tempo dulu) ditulis Taljaboe (dibaca: taliabu) atau Taljabo (dibaca: taliabo) mula-mula dipakai untuk menunjukan letak geografis suatu kepulauan yang saat itu dihuni oleh sekelompok orang yang telah memeluk agama islam. Mereka hidup di pesisir pantai berdasarkan ajakan atau menjadi kaula kesultanan ternate dan sebagai bukti bahwa wilayah tersebut dikuasai oleh pemerintahan kesultanan Ternate waktu itu.

Ia juga mengutip bahwa kata taliabu pertama kali ditemukan dalam naskah Valentjn (1724) dalam laporan perjalanan dinas VOC yang dilakukan Prins Callamatta pada bulan desember 1655 menggunakan kapal Cajeli yang sempat singgah di pulau taliabu.

Dalam laporan Prins Callamata dijelaskan bahwa di pesisir pantai taliabu terdapat orang-orang ambon dan sula. Selain itu terdapat juga tiga komunitas yaitu orang Mange, Kadai, dan Seboyo yang cara hidupnya masih tradisional. Mereka ini oleh Hulstiji (1918) disebut sebagai orang Alfoer(Alifuru) mengutip tulisan online Irfan Ahmad di blognya.

Sementara sebuah referensi lain yang ditulis oleh Helika Mansur dalam blognya disebutkan Taliabu berasal dari tiga kata diantaranya: Ta, Lia, dan Bu.

Kata pertama “Ta” merupakan kependekan dari kata Tarnate atau yang kita kenal dengan Ternate sekarang. Sebuah kota yang sempat menjadi ibu kota Prov. Maluku Utara sebelum Sofifi. Kata yang ke dua, “Lia” diartikan sebagai tali atau pengikat, sementara Kata yang ke tiga “Bu” merupakan kependekan dari kata Buton.

Berdasarkan asumsi tersebut kata Taliabu dapat diartikan dan dimaknai sebagai pertalian antara Ternate dan Buton. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Paitua Bunga Harung Kimlaha (20/12/2009) mengutip tulisan online di blog Helika Mansur.

Saat ini, jika dilihat sepintas lalu. Taliabu memang banyak didiami oleh masyarakat yang berasal dari suku Buton: Wanci, Kaledupa, Tomia, Binongko, Bau-Bau, Muna, dll.

Contohnya saja mayoritas Buton tersebut dapat kita temukan seperti di desa Sahu, Nggele, Salati, dan Lede. Desa-desa tersebut mayoritasnya adalah keturunan masyarakat buton yang telah lama mendiami pulau taliabu.

Maka tidak mengherankan jika kita singgah di desa tersebut maka kita akan mendengar masyarakat bercakap-cakap menggunakan bahasa Buton diantaranya: (Tomia, Binongko, Wanci, Kaledupa, dll) Bukan bahasa asli Taliabu.

Sementara Suku atau masyarakat Ternate dapat kita jumpai di desa-desa selatan Taliabu. Namun banyak yang kita temui adalah mereka yang berasal dari Sula, Maluku (ambon) dan tidak sedikit pula masyarakat buton.

Melihat literatur yang minim mengenai sejarah Taliabu muncul sebuah pertanyaan. Mengapa hanya kata Buton dan Ternate yang muncul dalam nama Taliabu?

Belum ada informasi yang jelas. Hal ini dikarenakan minimnya penelitian dan publikasi sejarah taliabu. Sehingganya asal usul nama Taliabu saja masih menjadi pertanyaan dan umumnya masih berupa asumsi dan belum ada referensi yang kuat mengenai asal mula nama taliabu itu sendiri.

Semoga ke depannya ada perhatian serius oleh pemerintah dalam mengupayakan penelusuran dan dokumentasi sejarah taliabu masa lampau dengan mengajak dan memberikan support kepada tim pendidik dan peneliti sejarah. Menggali kembali identitas daerah yang terlupakan.

Note!
* Alfoer (Alifuru) adalah sebuah istilah luas yang digunakan oleh orang melayu untuk semua orang non-muslim yang tinggal di wilayah terpencil (tidak terakses) di bagian timur Kepulauan Nusantara Indonesia.