Welcome to www.winkamaru.com

Potensi Bisnis Real Estate dan Perlindungan yang Dibutuhkan


Geliat bisnis properti di Indonesia memang selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Potensi besar bisnis real estate membuka banyak peluang keuntungan. Karena jumlah permintaan hunian tidak pernah surut.

Berdasarkan data Real Estate Indonesia (REI), penjualan hunian untuk masyarakat kalangan ekonomi menengah ke atas diprediksi mengalami pertumbuhan lebih baik di tahun 2019. Hal tersebut juga ditandai dengan pertumbuhan jumlah kredit properti mencapai 10,28% terhitung hingga November 2017.

Generasi Milenial Sedang Berburu Hunian Pribadi

Mayoritas generasi milenial sudah memasuki usia produktif pada tahun 2019. Ada yang memilih untuk berbisnis atau berkarir di perusahaan korporat maupun startup. Hal tersebut turut memicu kebutuhan milenial terhadap hunian pribadi.

Sehingga diharapkan potensi bisnis real estate semakin meningkat dengan membidik generasi milenial sebagai konsumen. Proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang mudah dan kualitas hunian yang baik akan menjadi faktor penentu keputusan generasi milenial dalam membeli rumah.

Pembangunan Infrastruktur Turut Mempengaruhi Potensi Real Estate

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir juga turut mempengaruhi potensi real estate. Tak sedikit orang yang bersiap memiliki hunian pribadi di sekitar fasilitas infrastruktur baru seperti stasiun, bandara, dan Light Rail Transit (LRT).

Harga properti yang meningkat karena lokasinya terbilang strategis ternyata tidak menyurutkan minat masyarakat. Akses menuju infrastruktur secara cepat dan praktis dianggap penting untuk mendukung kelancaran kerja dan bisnis.

Potensi Real Estate Butuh Dukungan Pemerintah

Perkembangan real estate di tanah air juga sangat membutuhkan dukungan pemerintah. Regulasi pajak dan proses KPR yang praktis akan mendukung keinginan masyarakat untuk memiliki hunian pribadi.

REI sudah berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mendukung pertumbuhan sektor properti tanah air. Salah satu pembahasan penting yang dilakukan adalah relaksasi pajak bagi pihak Aparatur Sipil Negara (ASN). Sehingga diharapkan bahwa ASN mampu membeli rumah yang tidak diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Walaupun memiliki potensi besar, bisnis real estate juga tak lepas dari beberapa risiko sebagai berikut:

  • Kenaikan harga tanah dan harga bahan konstruksi.
  • Kerugian properti akibat bencana alam dan kejadian tak terduga lainnya.
  • Pengaruh terorisme dan situasi politik.
  • Serangan cyber terhadap sistem internal perusahaan properti.

Berbagai risiko di atas, membuat para pelaku industri real state harus cermat dalam merancang kredit risk management. Penggunaan jasa broker asuransi, seperti Marsh Indonesia, dapat mendukung perusahaan industri real estate dalam mewujudkan manajemen risiko secara tepat.

Sebab, broker Asuransi Marsh Indonesia berperan dalam menghadirkan proteksi dari mitra asuransi terbaik yang sesuai kebutuhan perusahaan. Sehingga, perusahaan Anda dapat lebih tenang dalam mengoptimalkan besarnya potensi risiko pada industri real estate.