Welcome to www.winkamaru.com

Dialog Hati: Tertusuk Perih?


Semua menjadi kesalahanku, tidakanku memang tak pernah selalu mendapatkan pembenaran apalagi pemakluman. Hingga setiap tindakan dan perilaku yang timbul selalu menimbulkan rasa sakit dan menikam perih harapanmu. Padahal pilihan apapun yang akan diambil berdarah juga padaku.

Jika saja dalam ke dua pilihan itu terdapat pilihan ke tiga mungkin aku tidak akan pernah menyaksikan perih harapanmu itu dari kebejatan diri karena kebodohan.

Dirimu menyuruhku untuk memperbaiki segalanya, seakan memang semua menjadi beban dan kesalahan yang kuperbuat. Padahal dirimu tahu bahwa dua pilihan yang ku ambil keduanya seperti berdiri pada padang batu terjal, tak ada pilihan ke tiga untuk menghindari kondisi itu terjadi.

Apa yang hendak diperbaiki? mengertikah kamu tentang perintah itu!

Saat ini semua pilihan yang diambil adalah kesalahan, sementara memperbaiki segalanya adalah bertindak seperti yang bagaimana?

Mudah saja menyalahkan tapi membenarkan ini adalah alasan yang tak masuk akal dan memang tak akan pernah benar. Karena sejak awal semuanya telah salah.

Apakah dirimu hanya menyuruhku untuk memperbaiki keadaan ini?

Padahal dirimu tahu! Dalam sendiri manusia lemah bisa berbuat apa?

Apakah hanya itu harapan yang bisa disampaikan?

Sedang kamu tahu berdiri pada padang batu terjal nan berduri ini, bergerak kemanapun akan berdarah juga padaku tidak hanya melukai perih harapanmu nantinya.

Apa sebenarnya harapanmu itu?

Menyuruhku untuk memperbaiki segalanya? Sedang dalam keadaan seperti ini seharusnya kamu tahu bahwa aku butuh pertolongan sebelum bisa kembali memberikan harapan yang dirimu minta.

Dalam keadaan ini, pengorbanan yang kamu maksudkan apakah mengorbankan diri dalam makna yang sesungguhnya?

Atau…?

Uftt… Bukan hanya dirimu yang tertusuk perih!

***

Bobong, 11 Maret 2019, 5.37 pm -
Dialog hati yang bercerita pada diri, di dekat letak duka dan tragedi.