Welcome to www.winkamaru.com

Refleksi: Duka dan Rindu


Kadang dirimu akan merasa paling benar, setiap tindakanmu menjadi wajar dan dalam anggapanmu semua itu adalah seharusnya dituruti dan tak perlu ditawar-tawar.

Tapi setiap perbandingan adalah sesuatu yang diciptakan oleh sudut pandang kita sendiri. Maka setiap sudut pandang itu akan benar dan dianggap baik bila dilihat dari sudut masing-masing. Semuanya terasa wajar dan tidak disalahkan sebab sebuah keputusan adalah sikap diri setiap individu. Maka hargailah atau doakanlah untuk yang lebih baik.

Sebab setiap jalan punya takdirnya masing-masing. Kita jualah yang memilih dan kita jualah yang melalulinya...

Biarkan duka pergi dan meninggalkan kebenciannya, usahlah berpikir banyak hal yang merumitkan. Semakin lama meladeni duka itu, hidup yang dijalani akan kandas pada sudut yang tidak semesetinya.

=> 31 Oktober 2018
Duka adalah perasaan perih yang datang dari kebencian, rasa iri dan kebodohan. Terlalu banyak meladeni dengki. Semakin banyak rindu dan duka diciptakan dengan cara yang sesat.

Hidup hanya akan terasa sempit jika tak mengepakan sayap, sementara terpenjara adalah cara sesat yang membuatmu diam dalam waktu lama dan menjadi tidak ekspresif.

Terbanglah mencapai bebasmu lalu temukan semua kebaruan dan kebahagiaan. Kebebasan adalah cara hidup bebas yang bukan semena-mena. Sebab kebebasan adalah pencarian jati diri bukan pencapaian kemurkaan.

=> 19 Oktober 2018
Pun selalu ingatlah, saat kau sendiri! Janganlah kau celupkan dirimu dalam sedih. Sebab di kejauhan ada rindu yang menanti, ada cinta yang juga merindu.