Welcome to www.winkamaru.com

Kenang: Ego, Keikhlasan, Duka dan Kisah


Kendati pelarian membuatmu jauh, kenang selalu menjadi data film yang selalu tersimpan rapih dalam garis-garis waktu. Sesekali bayangan itu muncul dan mengelabuimu dan menciptakan rindu.

Kenang telah melukiskan ribuan cerita yang disimpan dalam memori jiwa sekaligus untuk menciptakan banyak kehidupan yang penuh dengan kedewasaan dan keikhlasan.

Di satu sisi kenang akan terasa begitu menyakitkan bila dalam laju peristiwa telah banyak terekam kisah duka yang memilukan. Dalam keadaan seperti itu, mengeluarkan air mata adalah cara terbaik untuk memuaskan perasaan dan menyehatkan hati. Saat itu, tubuh akan banyak melepaskan hormon adrenocorticotropic yang mampu meningkatkan dan membangkitkan keikhlasan.

Bila emosi itu tak dilepaskan maka tubuh akan membangkitkan banyak energi negatif yang mampu memicu stres, kebencian, dan dendam. Hingga bila waktunya meledak maka dunia akan kecewa dan menyaksikan salah satu penghuninya telah dikalahkan kesesatan karena telah kesetanan dengan duka yang dipendamnya.

Kenang terkadang menjadikan seseorang melupakan segala kebaikan dalam dirinya dan memunculkan banyak kekecewaan karena telah sesat dalam mengendalikan perasaan dan dukanya dengan cara yang cenderung menjadi salah.

Hingga yang seharusnya rindu menjadi sebuah tuntutan keegoisan karena hati ingin dibahagiakan.

Pada luput yang dalam, terlalu lama masuk di dalamnya pada lorong-lorong waktu yang gelap dan sunyi. Kesendirian akan menghadirkan banyak bisikan setan yang kemudian menjadikan rindu ditransformasikan ke dalam kekesalan serta kebencian dan menghadirkan penghianatan akibat ego yang terlalu lama dipendam karena rindu yang ingin dibahagiakan.

Terlalu miris, kenang yang seharusnya rindu, keikhlasan dan kedewasaan yang seharusnya bijak dan menuju pada ikrar paling tinggi pada kursi kejayaannya ternodai ego dan prasangka curiga.

Jika begitu? Gugurlah sudah kepercayaan dan keteguhan. Runtuhlah sudah kekokohan batin yang saling menguatkan. Ego telah merusak kenang dan menghianatinya.

Sisi kelam itu, adalah kenang yang disalahi ketentuannya. Padahal sejatinya kenang adalah belajar mengikhlaskan, belajar dewasa, serta belajar menerima untuk tidak melupakan duka dan menjadikan sikap hati menjadi lebih bijak.

Kenang menciptakan banyak kisah. Pada suatu waktu akan ada air mata, akan ada kebencian, akan ada kebahagiaan. Kenang menghadirkan seluruh emosi dalam ‘Yin-Yang’ yang utuh.