Welcome to www.winkamaru.com

Jangan Bangunkan Keiblisanku


Cacimaki memang menjadi mantra indah dari mulut saya yang kadang ia mengalir dengan leluasa kala emosi menguasainya. Saya adalah iblis yang setiap tingkah nya adalah kesalehan dan pengabdian pada kerajaan durja.

Saya mudah saja untuk mengekspresikan marah akibat emosi negatif yang muncul, tapi kemarahan terbesar adalah kekesalan yang harus membuat saya diam dan tak berkata-kata lagi. Jika cacian ku masih lantang, makian-ku makin menggelagar seperti petir yang menyambar. Maka amarah itu masih dalam kondisi yang bisa dikendalikan perlahan.

Tetapi kekesalan yang muncul akibat hal yang selalu terjadi berulang terkadang akan membuat saya muak dan malas menghadapi seluruh perkara.

Hidup menjadi tidak menyenangkan hanya untuk membahas perkara yang kemudian mengundang jiwa iblis ku muncul dan kembali mengabdi pada mantra-mantra indah berisi cacimaki khas orang-orang timur umumnya.

Malas saya harus terus bergelut dengan cacian, harus terus menyanyikan syair-syair sendu yang berisi makian. Malas saya terus harus bertikai dan kelai dengan persoalan nggak penting yang selalu diumbar untuk dibesar-besarkan, dibahas di sana-sini, diberitahukan kepada seluruh dunia.

Untuk apa?

Apakah seluruh perkara harus diumbar seperti jajanan murah, seperti melacur pada hidup? ataukah diri bukan lagi kehidupan milik sendiri?

Saya tak perduli untuk dengki dengan kebahagiaan orang lain, saya tak terlalu menganggap penting rasa iri karena melihat orang bisa senyum. Saya hanya memikirkan bahwa saya hendaknya bisa selalu tersenyum dalam kondisi seperti apapun.

Tak perlu merajuk dalam kedengkian dan rasa iri yang malah menghadirkan kemanjaan yang membosankan dan sangat memuakkan.

Saya tak mau sibuk dengan kedengkian dan rasa iri, serta amarah yang kemudian memunculkan keiblisanku dan menjadi makhluk paling saleh di mata manusia kotor.

Saya sudah kotor dan memang pendosa nomor wahid yang ada di belantara dunia ini. Karena sejatinya kesucian diri adalah sebuah citra karena masih dilindungi tuhan. Tak ada kesucian sedikit pun yang saya banggakan dan tak pernah pula sekalipun harus menyamakan hidup dengan yang dilihat mata.

Saya hanya mau mensyukuri apa yang sudah ada sekarang dan percaya pada ketentuan dan jalan hidup yang nanti diberikan Tuhan untuk saya lakoni.

Jangan mengubahku menjadi orang lain yang materialistis, mengejar seluruh kebahagiaan nya dalam tipu muslihat karena materi dan jaminan kebahagiaan.

Saya hanya memilih kebahagiaan dengan cara saya sendiri, jangan menyulut emosi saya menjadi amarah yang kemudian menghujaniku dengan segudang nanar dan kekesalan akan sesuatu yang tidak perlu dipikirkan serta di-negatif kan dengan pikiran-pikiran bodoh yang hadir karena rasa egois.

***

Setiap saat kepercayaan itu tidak pernah terlihat atau memang sudah sejak awal ia sama sekali tak pernah ada.

***

Ini adalah kekecewaan, rasa emosi dan amarah yang membara, serta diam ku hingga kemudian ada yang berpikir dimana letak persoalan ini.

Tolonglah dan jangan bangunkan keiblisanku setidaknya agar aku bisa menjadi manusia utuh yang memiliki kesempatan yang sama merebut kesalehan yang sesungguhnya dan sebenar-benarnya kesalehan dalam makna yang positif.