Welcome to www.winkamaru.com

Berkarya Bebas, Berkarya Kreatif Tapi Bertanggung Jawab


Wacana ini Win Kamaru temui dan dengar di beberapa video YouTube diantaranya oleh cameo project dan edho zell.

Siapa mereka? Setahu Win Kamaru mereka adalah Youtuber yang berkarya di YouTube melalui konten Vlog atau Video.

Dengan tidak berbicara lebih jauh mengenai siapa mereka Win Kamaru tertarik dengan kata-kata unik Berkarya Bebas, Berkarya Kreatif Tapi Bertanggung Jawab.

Apa maksud sebenarnya kata-kata ini?

Setelah dicermati, Meski hanya dengan ilmu yang pas-pasan Win Kamaru mencoba menginterpretasikan makna dari kata-kata tersebut secara bebas dan apa adanya. Tapi Semoga dimengerti oleh pembaca.

Pertama-tama yang perlu kita bicarakan atau bahas adalah apa itu karya dan apa itu berkarya?

Menurut Win Kamaru karya secara sederhana dapat disamakan atau diartikan sebagai sebuah hasil dari ciptaan dan umumnya didasari pada tiruan yang datang dari kreativitas dan imajinasi atau dari beberapa referensi yang didapat dari pengamatan. Sementara berkarya adalah bagian dari proses pembuatan atau menciptakan sebuah karya.

Jenis dari hasil karya pun beragam tergantung individu atau siapapun itu dalam menghasilkan karyanya, baik berupa: Puisi, Cerpen, Buku, Video, Lagu, Musik, Komik, dll. Sehingga bisa dibilang bahwa hasil dari sebuah karya tidak ada batasannya tergantung niat pembuat karya akan membuat karya atau ciptaannya seperti apa.

Kemudian Apa itu Berkarya Bebas, Berkarya Kreatif Tapi Bertanggung Jawab?

Dengan menitik beratkan permasalahan pada kata Bebas dan kata Kreatif tentu saja ada sebuah penekanan pada ekspresi dan penjiwaan dari seorang individu dalam menghasilkan sebuah karya. Karena sebagaimana yang kita pahami bahwa berkarya adalah kebebasan berekspresi untuk menemukan dan menggali kreatifitas yang dimiliki oleh setiap individu yang terlibat dalam proses karya berkarya.

Kreatif sendiri jika diartikan bermakna memiliki daya cipta atau kemampuan untuk menghasilkan sebuah karya. Kreatif inilah kemudian yang akan memberikan pembeda dari karya individu atau kelompok satu dan individu atau kelompok lainnya.

Oleh karena itu, Berkarya Bebas dapat kita simpulkan sebagai kebebasan seseorang atau sekelompok orang dalam berekspresi untuk mencipta atau menghasilkan sebuah karya dengan kemampuan menciptakan karya atau kreatifitas yang mereka miliki.

Tapi kemudian tanpa disadari dengan memahami pengertian Berkarya Bebas adalah bebas berekspresi menjadikan beberapa orang lupa apa tujuan dari karya yang mereka ciptakan.

Padahal sejatinya sebuah karya yang baik tentu saja karya tersebut baik juga untuk yang mengonsumsinya atau yang menikmati karya tersebut. Beberapa orang mungkin lupa dengan hal ini, tetapi beberapa orang lainnya menekankan pada kata bertanggung jawab dengan karya yang dimiliki.

Bertanggung jawab di sini bukan berarti akan bertanggung jawab ketika karya tersebut dinilai buruk atau tidak mendatangkan manfaat bagi penikmatnya baik kepada anak-anak, remaja, dewasa, dll. Melainkan sedari awal dalam penciptaan sebuah karya, individu atau Sekelompok Individu yang membuat karya telah memperhitungkan dengan matang tujuan dari karya tersebut apakah bersifat baik untuk remaja? Untuk anak-anak? Atau hanya untuk dewasa?

Oleh karena itu tujuan berkarya harus menitik beratkan pada tujuan penikmatnya. Jika penikmatnya adalah anak-anak maka karya tersebut sangat mungkin atau khusus disalurkan hanya kepada anak-anak walau sebenarnya orang dewasa pun bisa menikmatinya. Lain hal nya dengan Karya yang ditujukan hanya bagi kalangan dewasa, seharusnya hanya dinikmati oleh orang dewasa saja dengan media penyebaran karya hanya dapat dijangkau oleh orang dewasa.

Anak-anak dan remaja sebaiknya tidak bisa atau tidak diperbolehkan dengan karya dan ciptaan yang seperti itu. Sehingganya dapat kita simpulkan bahwa sebuah karya yang baik adalah karya yang bermanfaat bagi pembacanya dan sasaran nya tepat.

Lebih Jauh Tentang Bertanggung Jawab dalam Berkarya Bebas

Memang agak sulit jika kebebasan berkarya dikaitkan dengan bertanggung jawab. Beberapa orang yang pesimis mungkin akan berpikir bahwa berkarya bebas dan bertanggung jawab bukan lagi sebuah kebebasan berekspresi. Padahal ini adalah bentuk penyimpangan atau keegoisan.

Karya yang kita buat tanpa ada tanggung jawab adalah sebuah karya yang lari dari rasa kemanusiaan. Bagaimanapun karya yang kita buat umumnya akan menjadi sesuatu yang dinikmati oleh penikmat atau konsumen.

Oleh karena itu dampak buruk yang ditimbulkan dari sebuah karya sebaiknya adalah tanggung jawab dari yang menciptakan karya tersebut. Oleh karena itu sebisa mungkin dalam pembuatan dan penciptaan sebuah karya kita telah merumuskan dengan baik tujuan dan manfaat karya tersebut nantinya untuk tujuan apa dan untuk kalangan apa saja: anak-anak, remaja, dewasa, dll.

Misalkan saja karya-karya yang muncul di salah satu sosial media video sharing seperti youtube. Di sana terdapat miliaran video yang entah memiliki manfaat baik dan manfaat yang buruk anggaplah kita tidak tahu. Tetapi sebagai seorang creator di youtube seharusnya kita tahu bahwa karya yang dibuat di youtube, tidak hanya dinikmati oleh kalangan tertentu melainkan dinikmati oleh umum: anak-anak, remaja, dewasa, dll.

Oleh karena itu, sebaik-baiknya karya di youtube adalah karya yang dapat memiliki manfaat untuk semua kalangan. Sehingganya sebisa mungkin creator youtube harus berkarya bebas, berkarya kreatif, dan bertanggung jawab dengan karya yang mereka bagikan melalui sosial media video sharing tersebut.

Hal ini dikarenakan karakter anak-anak dan remaja sangat rentan dengan pengaruh yang mereka nikmati atau nonton. Meski sebenarnya tidak hanya creator yang bertanggung jawab dalam hal ini, orangtua pun ikut serta dalam mendampingi anak-anaknya ketika mereka menikmati video-video yang mereka nonton. Baik melalui media online seperti youtube, televisi, dll.

Sehingga sangat dimungkinkan peran setiap orang adalah penting untuk menyadarkan kita apabila kita membuat sebuah kesalahan atau kelalaian. Baik dalam berkarya, menjaga anak, atau sebagai relawan sosial yang mengkritik karya yang mungkin akan berdampak buruk bagi kalangan-kalangan tertentu. SALING MENGINGATKAN barangkali tepatnya.

Terakhir untuk menutup tulisan Win Kamaru mengenai wacana ini. Saya hanya ingin mengatakan bahwa karya yang baik seharusnya berisi hiburan dan bermuatan positif atau mendidik. Dalam ilmu sastra hal ini disebut dengan dulce et utile dimana sebuah karya harusnya menghibur namun unsur mendidik dalam sebuah karya harus ada sebagai bentuk peduli akan nilai-nilai edukasi untuk diinformasikan kepada penikmat karya.

Demikian semoga bermanfaat! Mari kita semua bertanggung jawab dalam membuat karya dan menilai sebuah karya. Karena tanggung jawab terhadap pembentukan karakter anak-anak, dan remaja adalah tanggung jawab kita semua. dan Orangtua, Pembuat Karya, Pengkritik Karya atau Penilai Karya.

Note: Tulisan ini dibuat bukan untuk menggurui atau sok tahu, melainkan hanya sebuah argumen semata. Jika teman-teman pembaca memiliki argumen lain, dapat disampaikan di sini. Kritik dan saran serta argumen teman-teman pembaca sangat diharapkan.

Hal ini dikarenakan Win Kamaru menyadari bahwa proses belajar tidak hanya dari diri sendiri melainkan kita juga membutuhkan pandangan orang lain. Karena ada sebuah kemungkinan apa yang kita pikirkan tidak selamanya benar dan bisa saja masih terdapat kekeliruan di dalamnya serta orang lain mungkin ada untuk melengkapi kekurangan itu, atau menambahnya. Salam Win Kamaru.