Welcome to www.winkamaru.com

Puisi: Rimba Jiwa


Rimba Jiwa
Karya: Win Kamaru

Dulu aku masih bisa melihat
Aliran air di bawah kaki bukit yang mengendus deras
Setiap paginya aku bisa mandi sepuasnya
Menimba, dan memenuhi bejana besar di rumah
Dipakai memasak dan sebagainya

Diujung timur aku bisa menyaksikan
Matahari menguning menembus sisi pohon-pohon besar
Melukis garis cahaya...
Hingga bening air menyala bak kilau emas
Berbinar gelombang pada dinding-dinding batu
Melukis garis cahaya hidup
Filmkan dunia yang berkilau

Kini setelah kudatangi kembali
Lumut hitam, merusak wajah dinding batu
Kolam kecil tempat bermain air
Hanya tinggal, tumpukan kerikil kecil
Mereka dibalut debu halus
Dan sesekali disapu panasnya angin

Mata air yang dulu mengairi kaki bukit
Nampak lesu untuk membasuh tawa
Seperti umur yang telah menua
Tak kuasa lagi, mengendus deras bebatuan kering

Matahari yang menguning
Tampak tak lagi bersahaja
Siluet pohon-pohon kering dan ranting patah
Mengubur hijau dedaunan dulu

Tempat ini, telah melukis duka
Jauh di dalam rimba jiwa
menyimpan sedih yang mendalam

dt, Dulalowo Timur
Gorontalo, 19 September 2018