Welcome to www.winkamaru.com

Perjalanan dan Pencarianku


Malam ini harus kubenamkan seluruh perasangka keji dan amarah yang sudah lama terpendam. Hatiku harus luwes begitu juga dengan niat dan tujuanku nanti.

Tak apalah, bila telah banyak mata melihat sesuatu yang membanggakan, tetapi sesekali menusuk-nusuk pilu, ibarat belati menjamu manja mangsanya.

Sebagaimana aku sadar, bahwa perjalanan ini masih memiliki banyak muslihat, dan teka-teki takdir di dalam sebuah pencarian yang ujungnya hanyalah akhir kehidupan. Itu pun ternyata masih belum mencapai akhirnya sampai kemudian semua perkara diperkarakan kembali.

Duduk di sini dengan segala daya, hendak melahirkan budi dan menjemput kebenaran. Berharap langkah menjadi mudah, dituntun dan dibimbing melalui laduni yang tak ada batasanya.

Sebuah perjalanan dan pencarian ini telah memojokan aku ke dalam ruang perundingan, disidang pertanyaan dan digempur murkanya batin.

Pantaskah menjadi begini? Pantaskah menjadi begitu?

Ada yang bertanya ini dan itu, namun kepala rasanya tak mau mendongak hendak memaksakan keangkuhannya. Leher terus ditekuk, aku tertunduk bisu dalam tanya dan murkanya batin yang tiap detik berteriak dan tertawa meledek.

"Pergi saja kau, tak ada tempat yang bisa kau singgahi lagi..."

Mengingat kisah ibrahim dan ismail, aku diam dan melamun lama. Berkisahlah manusia sepertiku, pantaskah mengakui diri sama seperti ismail? Sedang tak ada sedikit pun bukti itu...

Ingin berkorban dalam makna mengakhiri hidup dengan percuma!

"Terlalu picik pikiran bodoh itu, kamu tak punya pilihan terbaik selain sebuah harapan.!"

"Carilah...!"

Hampir saja aku dibunuh keluh. Untung saja telah sempat kubenamkan seluruh perasangka keji dan amarah yang membeku. Batinku kembali tersenyum dan kini tertawa menasehati.

Aku tak mengerti, apakah itu meledek!

Aku hanya tahu. Perjalanan dan pencarianku telah membawa seluruh luka hidup terkumpul di sini...

Menemuiku dan menyerangku dengan seluruh pertanyaan, menggempur kembali batinku yang hampir damai...

Sembilu...