Welcome to www.winkamaru.com

Tentang Pengabdian


Ada hari yang harus aku lalui dan aku putuskan, tidak semua tindakan yang dilakukan memang bisa menjadi benar. Tetapi menyangkut soal yang menganggap hati ini adalah bentukan darah iblis yang membeku adalah perkara lain yang perlu dipikirkan.

Menjadi manusia itu sulit, tetapi mengklaim seorang manusia bak iblis atau setan yang hatinya tidak lagi bergetar akan kebaikan adalah keputusan dan tuntutan angkuh. Mungkin iya, apa yang dipikirkan kalian adalah kebenaran. Tetapi mengklaim orang lain salah bukanlah satu-satunya tindakan paling bijak.

Di dunia ini, terlalu banyak pilihan yang harus diambil. Begitupun memilih bagaimana cara berbakti yang bisa kita lakukan. Inilah yang kemudian menjadikan beberapa tindakan pengabdian menjadi tidak tampak seperti cara-cara yang umum. Hingga beberapa orang menilai salah cara mengabdi kita dan beberapa orang lain memberikan dukungan.

Mengabdi adalah salah satu pilihan hidup yang wajib ditentukan, bahkan terkadang pengabdian lahir dengan sendirinya tanpa disadari bahwa kita sedang melakukan abdi padanya.

Tapi bukan mengabdi namanya, kalau pengabdian tidak diakui dan hanya dianggap sebagai tindakan egois dan salah.

Banyak hari yang harus kulewati, banyak soal yang harus dikerjakan. Sementara seluruhnya berantakan datang sebuah tanggung jawab besar sementara tanggung jawab lain belum usai.

Mungkin iya dan memang benar kadang aku memutuskan pilihan dengan cara egois, tapi dengan memaksakan kehendak hati untuk mengikuti aturan yang kalian buat. Apakah juga bukan egois?

Mungkin iya dan memang benar kadang aku memutuskan pilihan dengan cara egois. Tapi pilihan itu dilakukan bukan karena hati yang menolak. Melainkan sebuah jawaban dari seluruh hal yang ingin dan suka kukerjakan apakah bisa dilakukan untuk memenuhi permintaan itu?

Mungkin iya dengan memenuhi permintaan itu, yang diinginkan kalian terpenuhi. Tapi dengan terpaksa menerima itu apakah seluruh keingingan dan hal yang ingin aku lakukan bisa terpenuhi?

Bisakah aku mengabdi dalam pengabdian yang setiap harinya aku harus mengelus dada dan menahan nafas panjang? Padahal pengabdian seharusnya adalah keikhlasan.

Bukan tidak mau mengabdi dengan ikhlas, tapi cara mengabdi itu adalah cara mengabdi yang kalian tentukan. Bukan pengabdian yang aku pikirkan dan inginkan.

Berdosalah...