Welcome to www.winkamaru.com

Keluarga, Membangun Impian dan Kebahagiaan


Teringat saya tentang kenangan itu, tentang kebahagian, tentang tangisan dan senyuman. Tentang rindu seorang anak dan orangtua. Tangisku bukan karena kebahagiaan yang dicurahkan waktu itu, melainkan sebuah gejolak rasa, oleh seorang anak yang tanggung jawabnya belum bisa memberikan banyak cinta dan kebahagiaan.

Semua anak tahu dan memang seharusnya tahu, bahwa pemberian cinta adalah kasih sayang yang tak mengharapkan imbalan. Tetapi, sebagai anak terkadang sebuah pemberian dan kasih sayang yang diberikan selalu didasari adanya kemauan lain dan permintaan ini dan itu.

Tak seperti mereka berdua, yang cintanya tak pernah habis dicurahkannya untuk setiap anak-anaknya, meski terkadang keduanya harus menanggung pedih dan selalu dalam naungan air mata. Melihat anak-anaknya, mengkhawatirkannya, dan terus memikirkan kebahagiaannya. Sementara kebahagiaan untuk keduanya tak pernah secara egois sempat untuk memikirkan diri mereka sendiri.

Meski keluarga adalah cinta yang membangun impian dan kebahagiaan. Terkadang juga, sering berkisah pilu akibat drama hidup yang memenuhi emosi.

Aku menginginkan kebahagiaan itu, serta cinta dan seluruh kasih sayang yang hangat. Namun, pada setiap harapan dan impian, aku hanya melihat kesedihan dan sebuah tanggungjawab yang belum bisa menjadi sebuah kebanggaan.

Aku belum bisa memberikan banyak cinta dan kebahagiaan untuk keduanya.

Sesekali dalam mimpiku, aku pernah berharap dan menggantung doa malamku. Bahwa aku ingin membangun impian dan cinta menggapai kebahagiaan itu. ingin ku lukis senyum yang merekah, serta kebahagiaan yang memenuhi rongga dada yang menghadirkan kesedihan mengungkap seluruh cinta yang tak ada ujungnya. Bersama keluarga, segala pilu dan kesedihan adalah cinta yang membangun impian dan kebahagiaan.

Aku ingin...