Welcome to www.winkamaru.com

Hanya yang Tampaklah yang Dilihat


Kalau kamu memejamkan mata, maka seluruh dunia akan tampak gelap. Kamu akan merasakan seperti sedang di negeri antah berantah dan di dalam ruang waktu yang sewaktu-waktu bisa menelanmu jatuh.

Kamu juga bisa merasakan segala hal di sekitar, bunyi burung berkicau, suara air yang mengalir, sapuan angin, hingga wangi bunga dan harum tumbuhan bisa mengisyaratkan kamu sedang ada di syurga taman dunia.

Terkadang begitulah, bahwa mata yang tertutup akan lebih peka dengan keadaan di sekitar daripada mata yang terbuka lebar.

Mata yang terbuka lebar hanya bisa membenarkan apa yang tampak dan dilihatnya, tak punya pandangan lain apalagi bertanya tentang sebab. Dimana api penyebab asap ini?

Pada syurga taman dunia yang terlihat gersang, ternyata masih terdapat banyak tumbuhan dan aliran air yang meramaikan sekitar. Terdapat juga burung-burung berkicau serta sendu angin yang memanja. Namun semua itu jika hanya dilihat dengan mata saja, maka tak ada satu pun yang bisa mengetahui bahwa keadaan di situ sama baiknya  dengan yang lain.

Tetapi sudah seperti itu, bahwa hanya yang tampaklah yang selalu dilihat.

Dunia tidak pernah mementingkan perasaan dan seluruh sebab yang dialami manusianya. Ia akan terus melaju dan merotasi matahari menerjemahkan siang dan malam. Pun, begitu jualah manusianya, mereka hanya melihat hidup dan membandingkannya dengan keadaan yang ada di dunia. Tanpa berpikir perasaan dan beban yang dipikul orang lain.

Selama yang dilihat mereka buruk, maka buruklah orang itu. Tak sedetikpun mereka berpikir mengapa jalan keburukan itu menjadi pilihan yang dipikulnya.

Kondisi dunia tak pernah terisi dengan keadilan, bahkan hukum sekalipun adalah bagian penting yang mencerminkan bahwa sebuah keadilan adalah omong kosong kekuasaan.

Keangkuhan dan kehebatan, memang membuat hidup terkadang menjadi lebih baik. Hingga pada suatu waktu dalam fase paling tinggi keangkuhan dan kehebatan itu menjadi kebenaran mutlak. Bahwa keadilan adalah hasil capaian yang diraih oleh kangkuhan dan kehebatan.

Yang hebat adalah mereka yang dilihat mata memiliki semua peluang, sementara mereka yang lemah adalah mereka yang tak punya peluang hidup sejengkal saja.

Mereka yang merasa hebat hanya akan saling membantu dan menolong segolongannya saja, karena malu bersama mereka yang lemah. Sementara mereka yang dinilai lemah akan mengikis jalan dan mengukir jalan hidupnya sendiri, melalui seluruh fase kehidupannya yang tak pernah dipikirkan mereka yang hebat itu.

Jalan baginya hanyalah jalan, yang menuntunnya ke depan atau kembali ke rumah...