Welcome to www.winkamaru.com

Musti atau Mesti? Mana Yang Benar?


Anggapan yang muncul dalam benak banyak orang, pasti selalu sama! Musti maupun mesti sejatinya sama saja karena makna dari kedua kata ini tidaklah salah. Hal ini dikarenakan pemaknaan untuk kedua kata ini adalah untuk menyatakan sesuatu sebagai penegasan untuk melarang, menyarankan, dan menasehati seseorang.

Misalnya:
  • "Kamu musti tidak seperti itu, kalau berbicara dengan orang tua"
  • "Kamu mesti bersyukur, orangtuamu masih sangat menyayangi dan memafkan kamu"
  • "Kamu mustinya tak lari dari masalah, karena setiap orang pasti bisa menyelesaikan masalahnya" 

Jika kita melihat tiga contoh dari kalimat di atas! Maka kita tentunya tidak melihat makna yang berbeda baik kata musti maupun mesti memiliki posisi yang sama. Dimana masing-masing kata meski bertukar menjadi musti dan mesti kalimat dari contoh di atas selalu memberikan makna yang sama dan umumnya pasti akan dimengerti.

Memang benar bahwa yang terpenting dalam berbahasa adalah bisa menyampaikan informasi atau ujaran yang dapat dimengerti lawan tutur. Dalam ilmu bahasa kita mengenal ini dengan istilah penggunaan bahasa yang komunikasif. Namun disamping persoalan yang penting komunikatif dalam ilmu bahasa ada yang kita sebut sebagai keterampilan berbahasa yang dimana dua diantaranya mengenai masalah di atas sangat erat kaitannya dengan keterampilan berbicara dan keterampilan menulis.

Lebih-lebih terhadap keterampilan menulis, kita dituntut untuk mampu dan memiliki setidaknya pemahaman dan penguasaan pada penggunaan bahasa baku dan tidak baku. Melihat masalah yang kita hadapi saat ini! mengenai mana yang benar antara musti atau mesti menjadi perlu untuk ditindaklanjuti.

Penyebab paling utama mengapa persoalan musti dan mesti penting dibahas dikarenakan dua kata tersebut mewakili makna yang sama. Sehingganya indikasi yang terjadi adalah pasti di antara satu kata tersebut ada yang baku dan tidak baku.

Sebenarnya mudah saja mengetahui sebuah kata baku dan tidak baku. Kita hanya perlu menggunakan kamus bahasa indonesia dan paling utama menggunakan Kamus Besar BI atau jika kamu memilki smartphone maka kamu bisa menggunakan Kamus Besar BI dari Badan Bahasa Kemendikbud Indonesia yang sudah dibuat khusus dalam bentuk aplikasi yang bisa didapatkan secara gratis di google playstore.

Solusi lain untuk mengetahui kata baku adalah dengan menguji dan menghasilkan turunan kata yang diincar.

Misalnya: saat ini kita akan mencoba dan mencari tahu manakah kata baku dari musti atau mesti?
Mari kita coba menentukan turunan kata dari kata musti terlebih dahulu...
Untuk melakukan ini kita harus mengetahui atau setidaknya memahami makna dari kata yang dipilih.
Kita mengambil sampel dari kalimat yang sudah saya contohkan di atas tadi!

  • "Kamu musti tidak seperti itu, kalau berbicara dengan orang tua"
  • "Kamu mesti bersyukur, orangtuamu masih sangat menyayangi dan memafkan kamu"
  • "Kamu mustinya tak lari dari masalah, karena setiap orang pasti bisa menyelesaikan masalahnya" 

"Kamu musti tidak seperti itu, kalau berbicara dengan orang tua" 
Kata musti tersebut dapat kita anggap sebagai kata dasar yang apabila kita turunkan bisa saja berubah menjadi "semustinya dan mustinya" dengan makna yang muncul kurang lebih adalah "harusnya, seharusnya dan sebenarnya" dimana penggunaan kata ini digunakan untuk menyatakan maksud melarang, menyarankan, dan menasehati.

Musti  = semustinya*, mustinya*, 
Musti* = seharusnya, harusnya. (makna)

Dari hasil yang ditemukan terutama pada kata "semustinya*" yang kurang lebih bermakna "seharusnya*" menjadikan kata musti terdengar garing dan aneh. Selain itu pada penggunaan bahasa lisan dan bahasa tulis kata ini tidak pernah dijumpai. Dikarenakan dengan jelas bahwa penggunaan "semustinya" memang tidak pernah ada dalam Bahasa Indonesia. Adanya dan sering baku digunakan adalah semestinya bentuk turunan dari kata "mesti".

Lain halnya lagi pada turunan kata musti menjadi "mustinya*" yang kurang lebih bermakna "harusnya dan baiknya" tersebut. Lebih terlihat agak familiar dikarenakan turunan kata ini pun sering dan banyak digunakan dalam bahasa lisan orang indonesia saat ini. Namun meski demikian telah dapat kita pastikan bahwa kata "musti" adalah bentuk tidak baku dari kata "mesti".
Dalam penelusuran saya menggunakan KBBI Online kata mesti ditemukan!

  • mesti/mes·ti/ adv 1 pasti; tentu: kalau kauturuti nasihat itu, -- ter-capai maksudmu; 2 tidak boleh tidak; harus: engkau -- berangkat sekarang kalau engkau tidak ingin terlambat menghadiri pemakaman ayahmu;
  • memestikan/me·mes·ti·kan/ v 1 mengharuskan; mewajibkan: guru - murid-murid menyelesaikan pekerjaan rumah pada waktunya; 2 menentukan: ia belum dapat - pemberiannya tiap bulan;
  • kemestian/ke·mes·ti·an/ n 1 hal yang pasti (tentu); kepastian: 2 hal yang harus (wajib); keharusan; kewajiban;
  • semestinya/se·mes·ti·nya/ adv 1 seharusnya: tidak diperlakukan sebagai -; 2 sebenarnya; sememangnya: -lah jika uang itu kauberikan kepada ibumu
Sementara untuk penelusuran kata musti saya hanya menemukan ini!


Artinya kata musti adalah bentuk dari kata tidak baku dari kata mesti dimana ditandai dengan musti diberi tanda tanya dan kata mesti berdiri tanpa tanda tanya atau bermakna tidak diragukan sehingga kata "mesti"-lah yang baku.

Lebih jauh saya melakukan penelusuran untuk kedua kata tersebut menggunakan Aplikasi Kamus Besar BI resmi dari Badan Bahasa Kemendikbud Indonesia. Ini yang saya temukan!


Pada hasil penelusuran menggunakan Aplikasi Luring Kamus Besar Bahasa Indonesia (Resmi dari Badan Bahasa, Kemendikbud Indonesia) ditemukan dan dipastikan bahwa kata "musti" merupakan bentuk tidak baku dari kata "mesti".

Untuk melakukan uji valid kamu bisa mencarinya menggunakan Kamus Besar BI cetak dan membuktikannya sendiri.

Sekarang setelah mengetahui mana yang benar] musti atau mesti semoga kamu akan secara bijak menggunakan bahasa yang menurutmu baku.

Referensi:
  • Hart, May. 2016. Musti atau Mesti, yang Benar Adalah?. [Online]. (http://www.katabaku.com/2016/11/musti-atau-mesti-yang-benar-adalah.html) diakses pada tanggal 10 Januari 2018
  • Setiati, Eni. 2015. Yuk Kenali Kitab Menulismu (EYD dan Bahasa Baku). [Online]. (https://www.kompasiana.com/www.tigadara.com/yuk-kenali-kitab-menulismu-eyd-dan-bahasa-baku_5509c97b8133118e25b1e178) diakses pada tanggal 10 Januari 2018
  • Zahara, Arjun Idam. 2016. Musti atau Mesti, yang Benar Adalah?. [Online]. (http://istilah.zone.id/2016/11/musti-atau-mesti-yang-benar-adalah.html) diakses pada tanggal 10 Januari 2018.
  • Aplikasi Luring KBBI V (Resmi dari Badan Bahasa Kemendikbud Indonesia) Tersedia di Play Store untuk Android. 
  • Kamus KBBI Online [KBBI.web.idMusti dan Mesti.