Welcome to www.winkamaru.com

Penggunaan Kata DI yang Benar dalam Penulisan Bahasa Indonesia


Bahasa sejatinya memiliki fungsi yang komunikatif dan tidak terlalu berpengaruh terhadap situasi lisan. Berbeda halnya dengan situasi dalam bahasa tulis aturan tata bahasa memang agak sedikit rumit bahkan membuat kita sering keliru menggunakannya.

Misalnya saja pada penggunaan kata “DI” Manakah sebenarnya penulisan kata DI yang benar? Apakah harus ditulis serangkai atau ditulis pisah sesuai kehendak hati dan mood saja? Ataukah ada aturan khusus tata bahasa yang perlu diikuti? Entahlah apa jawabannya, yang pastinya penulisan dan penggunaan kata DI memiliki tempatnya sendiri. Tempat yang dimaksud yaitu pada sifat yang dimiliki oleh kata DI.

2 Sifat Kata DI dalam Bahasa Indonesia

Pertama kata DI sebagai kata depan dan kedua kata DI sebagai imbuhan. Sebagai kata depan maupun imbuhan, kata DI dapat berdiri pada posisi mereka masing-masing sesuai dengan sifat yang dimilikinya. Kata DI sebagai kata depan umumnya dipakai untuk menunjukkan tempat, menunjukkan waktu, serta terkadang dapat bersanding dengan kata benda.

Berdasarkan sifatnya ini. Kita bisa menempatkan penggunaan kata DI dengan spasi untuk menunjukkan situasi tertentu mengenai waktu, atau tempat yang bisa saja bersanding dengan kata benda.

Misalnya,
(1) Andi suka membantu Ayahnya di  Sawah  
(2) Waktu terbaik beristirahat adalah di  Malam Hari

Pada ke dua contoh di atas dapat kita lihat bahwa kata sawah mapun malam hari keduanya mewakili situasi untuk menunjukkan waktu dan tempat.

Sehingganya penggunaan kata DI yang tepat pada kata-kata tersebut ditulis dengan memberi spasi (ditulis terpisah). Sementara penggunaan kata DI sebagai imbuhan umumnya dipakai untuk menunjukkan bentuk pasif. Biasanya bersanding dengan kata kerja dan kata sifat untuk menerangkan atau menekankan sesuatu.

Dalam prosesnya penggunaan kata DI sebagai imbuhan dapat menghadirkan imaji dan biasanya menerangkan tentang apa yang terjadi pada sebuah kalimat dikarenakan sangat erat hubungannya dalam membangun pesan terhadap penggunaan kata kerja maupun kata sifat.

Misalnya,
(1) Tak ada yang perlu disesali semuanya telah terjadi 
(2) Cepat saja diselesaikan tugas yang telah menumpuk itu! 
(3) Telah ditemukan dompet berisi uang ratusan ribu... 
(4) Setelah dipukul barulah aku mengerti apa itu sakit.

Pada contoh di atas setidaknya kita bisa melihat bahwa kata DI sebagai imbuhan ditulis serangkai (tidak dipisah) bila menunjukkaan bentuk pasif yang biasanya diikuti verba atau kata kerja maupun kata sifat.

Jadi, jika ada teman-teman yang masih bingung terhadap bagaimana penggunaan kata DI yang benar. Kapan kata DI ditulis serangkai dan kapan dipisah! Semoga tulisan ringkas ini bisa sedikit membantu dan mudah untuk dipahami.

Referensi:
  • Gegana, Puspaning Thathit, 2015. Penggunaan Kata “di” sebagai Kata Depan dan Imbuhan. [internet]. kompasiana.com 
  • Im-Ina, 2017. Contoh Imbuhan –di dan Penggunaannya. [internet]. dosenbahasa.com 
  • Kamaru, Win. 2016. Kekeliruan Penggunaan Kata “di” dalam Penulisan Bahasa Indonesia. [internet]. matahaya.com