Welcome to www.winkamaru.com

Nyeleneh: Apa itu Taliabu? Di mana Letaknya?


Terkadang berbicara seenaknya itu memang lebih lezat ketimbang harus berbicara sekenanya. Hal ini dikarenakan komunikasi yang mudah adalah ketika kita mampu mengeluarkan kata-kata panjang lebar seenak jidat dan seenak maunya.

Akhirnya lumrah sudah yang namanya hujatan dan celaan. Bahkan ketika komunikasi itu kamu lemparkan dalam tulisanmu, kamu akan dikomentari banyak pihak dan terjadilah perang pendapat yang terkadang menjurus kepada menyalahkan lawan bicara, atau bahkan menjagokan dirilah yang paling benar. Bakumalawang istilahnya menurut orang taliabu.

Kita semua pastilah sependapat bahwa perbedaan pendapat itu lumrah dan biasa terjadi! Ini dikarenakan setiap orang memiliki gagasannya masing-masing!

Mampu berpendapat menyampaikan argumen serta memberikan masukkan atau gagasan dari ilmu yang diperoleh, menurut hemat saya ini adalah proses yang sulit! Karena disana seseorang sedang bermain-main dengan ilmu dan pengetahuannya untuk mengeksekusi kemampuannya kemudian menghadirkan pikiran-pikirannya dalam komentar dan dalam pernyataan yang dia sampaikan.

Sehingga mengatakan seseorang bodoh atau mengagungkan diri paling benar dan paling tahu menjadi masalah yang perlu dipikirkan. Bahkan bisa jadi dipertimbangkan kembali. Setidaknya pada perkara ini ada yang kita kenal dengan mengoreksi diri dan menghargai pendapat.

Berbicara santun dalam menyampaikan pikiran atau pendapat seharusnya memberi pengertian bukan memaksakan pengetahuan. Ini dikarenakan memaksakan pengetahuan untuk diterima merupakan hal yang sulit ter-terima. Sebab untuk menjadi ter-terima maka harus ada kerelaan dan keikhlasan.

Bukankah keikhlasan dan kerelaan itu akan lebih baik bilamana ada pengertian?

Contoh kasus siswa di sekolah dengan guru di sekolah!

Kebanyakan dari kita mungkin mengakui ini. Apabila ditanyakan:

“Siapa guru yang kamu suka saat mengajar? Apa alasan kamu menyukai guru tersebut?”

Coba kita pikirkan jawabannya! (Pikirkanlah selama 5 Menit Sebelum lanjut membaca)

***

Setelah 5 Menit memikirkan jawabannya!

Umumnya sewaktu siswa dulu, kita kebanyakan akan menjawab “Saya menyukai guru ini, dikarenakan cara beliau mengajar mudah untuk dipahami. Ditambah lagi pembawaan beliau yang cukup ramah dan murah senyum.”

Apa kamu sependapat dengan pemikiran seperti itu?

Saya akan menganggap kamu sependapat dengan pernyataan itu, atau setidaknya kita sebenarnya sepakat bahwa andai guru mengajar dengan memaksakan pengetahuannya tanpa metode mengajar yang dapat memberikan pemahaman dan pengertian kepada siswa, maka sudah dapat dipastikan belajar mengajar atau transfer ilmu dari guru ke siswa akan menjadi lebih sulit.

Lebih-lebih ketika siswa merasa tidak perlu memperhatikan penjelasan yang disampaikan gurunya saat mengajar.

Seperti itulah komunikasi, harusnya dibawa santai dan dijelaskan dengan damai dan selalu berusaha memberikan pengertian dari pendapat yang dikemukakan.

Bukan memaksakan apa yang kita bicarakanlah yang paling benar. Sebab terkadang kita butuh yang namanya berbagi, agar kita bisa bersama-sama dalam rangkulan.

Kita berhenti di sini..!

Saya menulis dan menyentil persoalan di atas! Bukan karena saya berpikir bahwa saya paling benar atau paling mengetahui hal tersebut.

Tulisan di atas hadir dari hasil pengamatan saya beberapa hari terakhir di dalam Grup Facebook “TALIABU COMMUNITY”

***

Mungkin Anda yang saat ini membaca tulisan ini akan berkomentar mengapa judul tulisan ini tidak sesuai dengan isinya?

Maka dari itu inilah jawaban saya! Apa itu Taliabu? dan di mana Letaknya?

Jujur saat menulis ini saya agak sedikit sulit menggambarkan Apa itu Taliabu!

Sebab dalam pikiran saya ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam mendeskripsikan Taliabu! Apakah saya harus mengatakan Taliabu itu:

  • (1) Salah satu daerah di Indonesia Timur yang Bermasalah? 
  • (2) Taliabu adalah daerah yang mengalami krisis guru, krisis tenaga kesehatan? 
  • (3) Taliabu adalah daerah yang memiliki banyak konflik sosial? 
  • (4) Taliabu adalah daerah yang tidak memiliki kemajuan? 
  • (5) Taliabu adalah daerah yang tertinggal? 
  • (6) Daerah yang tidak memiliki listrik, akses transportasi darat yang rusak parah, bolong, becek, dan rawan longsor? 
  • (7) Atau taliabu adalah daerah tertinggal dengan akses jaringan komunikasinya putus-putus tidak memadai? 
  • (8) atau apakah Taliabu itu daerah yang tidak diperhatikan pemerintahnya? 
  • (9) atau Taliabu itu adalah daerah yang disana banyak orang yang tahu kritik saja ketimbang memberikan solusi? 
  • (10) atau apa kira-kira bahasa sederhananya yang bisa mendefinisikan Taliabu itu Apa?

Bingung..?

Jika masalah di atas yang telah saya sebutkan merupakan ciri khas yang dimiliki Taliabu, maka saya ingin mengatakan tidak!

Sebab masalah di atas juga dialami oleh daerah-daerah lain yang ada di Indonesia. Terutama pada daerah-daerah terpencil yang akses komunikasi dan transportasinya terbatas baik transportasi darat, laut, maupun udara.

Sekarang yang harus dipikirkan adalah apakah Taliabu itu tertinggal dan tidak berkembang maju?

Berbicara taliabu tertinggal saya sepakat tetapi berbicara taliabu tidak berkembang maju saya agak cenderung mengatakan tidak setuju dengan pendapat ini.

Hal yang mendasari pemikiran saya adalah: (1) Taliabu telah mampu menunjukkan dirinya bahwa dia mandiri dan berani berpisah dari Kab. Kepulauan Sula serta menjadi Kabupaten baru di Provinsi Maluku Utara, (2) Adanya Jaringan Komunikasi yang mempermudah orang taliabu bertukar Informasi dan berkomunikasi antara orangtua dan anak di tanah rantau. Meski belum memadai, (3) Lapangan Pekerjaan bagi putra/putri daerah yang mulai lebih baik meski bisa dikatakan belum maksimal, (4) Kesadaran banyak orang tua dan pemuda/pemudi taliabu akan pendidikan memberikan dampak besar dan cikal bakal dari ramalan kemajuan daerah nantinya.

Dengan melihat taliabu yang sekarang!

Coba kita bayangkan lebih dulu taliabu tempoe doeloe. Tentu kita akan sepakat bahwa setidaknya taliabu telah melangkah maju meski kita tahu itu semua belum maksimal dilakukan atau belum sesuai yang diinginkan.

Tulisan ini bukan karena penulisnya berat kepada pihak sebelah! Tapi ini hanya pengamatan penulis mengenai taliabu masa lampau dan taliabu saat ini!

Saya hanya ingin menyampaikan paham sederhana ini bahwa lebih baik berpikir sederhana agar kita bisa melihat apa yang telah berubah pada diri kita. Jika kita berkaca pada kesempurnaan yang dimiliki orang lain maka kita tidak akan pernah merasa cukup meski kita telah memiliki sesuatu.

Sekarang Mengenai Apa itu Taliabu?

Mari kita cari jawabannya! Apa yang lebih tepat dan bagaimana seharusnya Taliabu ini kedepannya? Apa sajakah seharusnya yang kita lakukan untuk Taliabu. Apa sajakah hingga yang kita cita-citakan untuk negeri ini dapat terlaksana?

Silakan berikan pendapat kamu!

Sampaikan saran kamu! Siapa tahu yang kamu bicarakan akan menjadi sumbangsi pikir bagi taliabu atau bagi pemerintah daerah taliabu untuk merancang dan membuat taliabu seperti yang kamu cita-citakan.

Agar suatu ketika ketika ada yang bertanya Taliabu itu Di mana? Kamu akan menjadi bangga memperkenalkan daerah ini!

Membangun negeri adalah proses, butuh: ilmu, kerja keras, semangat, kesabaran, dan tidak mudah menyerah. Semuanya ada pada pundak kita semua terutama putra/I daerahnya. Tidak hanya pemerintahnya. Pemerintah hanyalah penanggung jawab dan simbol kekuasaan untuk mempercepat pembangunan daerah melalui pemerintahannya.

Catatan: 
Tulisan ini bukanlah sebuah kebenaran mutlak, ini hanyalah sebuah respon pikir dan gagasan sederhana yang butuh pendapat lain untuk melengkapinya...