Welcome to www.winkamaru.com

Kepadamu Suatu Hari yang Misteri


Suatu hari saya ingin menjadi seseorang yang membuktikan komitmen dan rasa yang saya miliki. Suatu hari saya ingin menjadi seseorang yang setidaknya bisa mengabdikan diri dan bermanfaat untuk orang lain.

Sebab sebagai seorang hamba dan manusia biasa, saya hanyalah segumpal daging dan tulang yang diisikan roh oleh sang pencipta yang tentu saja sudah ketentuannya bukan untuk menjadikan semua karunia yang telah diberikan itu menjadi sia-sia.

“Kalau hidup hanya sekadar hidup, maka kera di hutan juga Hidup.” (Buya Hamka).

Manusia dan kehidupannya adalah sebuah sistem yang kompleks, segala sesuatunya antara hati, pikiran, dan tindakan harusnya berjalan seirama sesuai kodratnya dan tentu saja manifestasinya sebaiknya tidak terlepas dari ilmu agama yang menuntun mereka ke arah yang lebih baik. Sebagaimana kita banyak sepakat bahwa sebaik-baiknya ilmu adalah sebaiknya-baiknya agama.

Kepada hidup yang telah dikodratkan, saya berharap segala sesuatunya menjadi baik. Sebagaimana doa kita selalu diajarkan untuk selalu merendah diri dan meminta segala kebaikan termasuk pertolongan dan perlindungan, baik ketika masih memiliki kebahagiaan dan memiliki kesusahan.

Kita terus diajarkan untuk tidak lupa bahwa manusia adalah makhluk hina dan sangat rendah, bersyukurlah bilamana Tuhanmu masih menjaga atau meninggikan derajatmu. Khusyukanlah hati ini, akal ini, dan fisik ini untuk terus bermunajat, bertakwa, dan berserah diri dan istikamah dalam iman.

Kalau nanti waktunya tiba saya tidak ingin semua proses yang dijalani menjadi sia-sia. Seringkali saya hanya berpikir bahwa yang terbaik adalah sebuah kenikmatan.

Namun nyatanya sesuatu yang baik tidak serta merta menjadi baik tetapi kita sendiri yang harus memutuskan bagaimana membentuknya menjadi baik dari asal muasalnya yang memang baik, atau harusnya kita gagal terlebih dahulu baru kemudian belajar berbenah kesalahan itu dan barulah dari tiap-tiap kesalahan itu kita perbaiki dan jadilah baik itu.

Terkadang saya tidak pernah sadar bahwa ada fitnah yang begitu keji yang orang-orang ceritakan di luar sana. Bahkan beberapa teman kita mungkin akan mengajarkan kita untuk belajar mencurigai orang lain.

Padahal apa gunanya mencurigai orang, justru hanya akan mengeraskan hati dan menjadikan kita menutup diri dan tidak mau menerima kesalahan bilamana suatu waktu dinasehati atau diberi wejengan.

Hidup tidak semudah dibayangkan, ibarat menaiki sebuah anak tangga pastilah makin ke atas otot kaki yang digunakan makin terasa capek nya.

Tidak begitu saja derajat seseorang diangkat oleh Tuhannya kalau orang itu sendiri belum memenuhi kualitas dirinya.

Maka tentu saja sudah sepatutnya berbicara paling tahu tentang isi hati orang lain bukan saya, kamu, dan dia. Melainkan sang pencipta lah yang mengetahui semua itu, dan tentu saja untuk memenuhi kualitas itu dengan memantapkan sikap dan berusaha memantaskan diri adalah pilihan dan langkah yang cukup bijak.

***

Kusampaikan niat ini untuk terus mengingatkan hati dan menguatkan kepercayaan hati. Hingga timbullah kepercayaan itu tanpa ada lagi keraguan-raguan padanya.

Saya berlindung kepada Allah dari kejahatan Jin dan Manusia baik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan. Semoga Allah menjaga niat ini. Hingga suatu hari saya telah berdiri bersama komitmen dan cinta yang kupegang teguh dengan mendamba dan berharap rida-Nya.

Puisi: Kepadamu Suatu Hari yang Misteri

Kepadamu Suatu Hari yang Misteri
Aku tahu bahwa akan tiba suatu masa
Dimana aku akan belajar Ikhlas atau Bersyukur

Kepadamu Suatu Hari yang Misteri
Esok aku tahu bahwa kamu akan menjamuku bangga
Dimana aku menerimanya dengan tangisan atau dengan cinta
Sementara kamu akan menatapku serius, dan berkata:
Bukankah sudah kuputuskan?
Maka janganlah membenci bila itu duka

Aku hanya berharap
Kelak aku akan paham betul
akan belajar ikhlas atau bersyukur

Kepada kesetiaan dan cinta

Kepadamu Suatu Hari yang Misteri
Aku hanya berharap
Kamu menyediakan sesuatu yang baik
Hingga kebahagiaan itu ada
Bersemi hingga tamat dan meninggalkan kenangan
Tentang cinta, ilmu, dan rasa syukur yang gemilang   

Sepenggal Catatan Hijrah – 03 Oktober 2017
(Ditulis pada sebuah sudut duka, tentang kehinaan, harapan, dan cinta yang semoga dipertemukan Tuhan dengan cara yang diridai-Nya)