Welcome to www.winkamaru.com

Aku Ingin menjadi Manusia...


Sulit memang harus memejamkan mata dan berpikir tentang banyak hal yang mesti ditinggalkan. Padahal dalam hati tak ada kerelaan dan keikhlasan yang tiba-tiba datangnya. Harus menjadi apa dan bagaimana nantinya, menjadi sebuah pertimbangan dan sangat berat untuk diterima.

Tak mudah meninggalkan cinta apalagi melupakannya. Tetapi demi sebuah niat, ikrar hati untuk merelakan semua pada sang pencipta menjadi pertimbangan mutlak yang tak terbantahkan.

Mungkin pada sebuah hati ada segores luka yang sayatan nya menyakiti seluruh kehidupan, tapi itu bukan satu-satunya penderitaan.

Setiap hari ada batin yang menangis dan berteriak-teriak akan siksa yang begitu perih. Ia merintih sangat dalam bagai lolongan anjing malam, ia menangis seakan meminta pertolongan akan datangnya secercah cahaya mengisi dan menghibur ruang pelipur laranya.

Sampai pada suatu waktu pagi tiba. Dirinya menghadap matahari dengan tubuhnya yang kokoh. Ia datang dengan membawa seluruh beban hidupnya. Berharap ada suatu tempat yang dapat dikunjunginya untuk menjadikannya manusia.

Awan yang tebal dan hujan yang deras membanjiri wajah hampanya yang tak tahu entah kemana. Ia berdiri lama dan sangat lama, ia berpikir sangat hati-hati sampai suatu waktu ia memutuskan untuk memantapkan sikap dan memantaskan diri di hadapan penciptanya menyerahkan dan menitipkan semuanya, jika itu memang miliknya Tuhannya pasti akan mengembalikannya tanpa ada sedikit cacat.

Hanya itu kepercayaan hatinya, hanya itu yang dia pikirkan untuk kebahagiaan orangtua, orang yang dicintainya dan untuk kebahagiaan orang-orang di sekitarnya.

Tapi luput dari pikirannya bahwa di luar sana banyak orang yang melirik dan mencemooh nya, orang-orang mengira dirinya telah sesat dan telah menjadi makhluk paling hina di muka bumi. Orang-orang menyamainya dengan ketamakan.

Mereka mengira ia telah menjadi sosok mengerikan dan sangat jijik untuk dinilai sebagai manusia. Dirinya tak pernah mengira bahwa akan datang suatu masa dimana keputusan hatinya akan mengujinya habis-habisan, menggoyahkan batinnya, sampai dia akhirnya merasakan bagaimana sakitnya dihukum oleh gagasannya sendiri.

Saat itu telah tiba, saat yang menjelaskan bahwa menjadi manusia tidaklah mudah kecuali kamu masih mau menempatkan seorang iblis di sisi kirimu.

Apakah dia lalai? Atau apa sebenarnya yang telah terjadi?

Ia tidak mengerti begitukah caranya manusia berpikir? Atau dirinya memang yang tidak layak menjadi manusia?

Oh hati yang sejatinya dengki dan iri, kumintakan ikhlas untuk mengajarimu ilham
Kepada hati yang sejatinya mencurigai dan berprasangka buruk, kuminta kan padamu untuk tetap berbaik sangka
Oh hati yang sejatinya menjerumuskan, kuminta kan padamu datangnya kemenangan hingga kau menjadi tentram
Kepada setiap titik kesempatan dan potensi salah, kumintakan semua berubah menjadi kebaikan dan mengagungkan
Kepada Dia-lah seluruh kehampaan dan hidup ini diserahkan

Begitu bejat kah dirinya? Atau memang langkah yang diambilnya, keputusan yang dipilihnya adalah kesalahan paling fatal dan tidak pula dapat ditolerir sebagai manusia?

Kepada angin yang membawa kabar gembira dan kabar buruk, kuminta kan padamu untuk terus menjalani urusanmu dengan damai. Suatu waktu akan tiba, dimana semua kedengkian dan semua fitnah akan menjadi terbalik bilamana Dia telah mengizinkan.

Pada sebuah kehidupan yang suram, manusia selalulah manusia dengan potensi sama untuk terus berbuat salah. Alangkah indahnya langkah kaki ini apabila telah diberkahi dan dirahmati. - Aku ingin menjadi manusia.