Welcome to www.winkamaru.com

Puisi: SEBUAH SURAT (Kepadamu Sri)


Sebuah Surat (Kepadamu Sri)
Karya: Win Kamaru

Tidakkah kamu dengar sayang
atau tidakkah pernah kamu bercermin?
jangan kamu malu dan sungkan
lagipula untuk apa?

Suaraku memang tak seperti merak menyambar udara
lagipula kamu tahu,
laguku tidak seperti merontanya harimau
dan kamu selalu tahu

Jangan kamu malu dan sungkan
lagipula untuk apa?

Dewi di kayangan sana juga pasti berkhayal
dan kamu selalu tahu.

Ayahmu telah menitip cinta
dan aku tahu itu adalah amanah besar bagi kamu
bahkan Tuhan pun tahu
cinta titipan Ayahmu itu telah padamu

Jadi!
tidakkah kamu dengar sayang?
jangan kamu malu dan sungkan.
lagipula untuk apa?

Telah dengarkah kamu?
tak tik tuk detik jam dinding rumahmu
waktu siang dan malammu yang banyak jeda itu!
masihkah kamu tidak mengerti?
pesan cermin datar bening di kamar tidurmu?

Cinta tidak untuk kamu berikan kepadaku
karena statusnya adalah sebuah titipan
bukan milik kamu.

Tidakkah kamu dengar sayang?
bagaimana waktu berteriak mengajakmu angkat bicara
dan tidakkah kamu lihat sayang?
Dewi kayangan pada cermin datar bening di kamar tidurmu?
lihat lagi.
Dia selalu kamu lihat saat pagi dan tiap kamu di depannya bukan?

Sekarang…
jangan kamu malu dan sungkan
lagipula untuk apa?

Jangan kamu berikan cinta titipan Ayahmu itu padaku
Ingat!
Tuhan telah mempercayakannya juga padamu.

Bukan aku tidak mau menerimanya.
Semua lelaki rakus dengan cinta
terutama titipan yang berharga seperti yang diamanahkan padamu

Lagipula untuk apa harus memberikannya padaku.
Ingat!
Tuhan telah mempercayakannya padamu.

Jangan hanya karena aku
kamu rela melepas Tuhanmu
lupa amanahmu

Aku tidak meminta titipan itu
aku hanya ingin berkerja padamu
menjadi seorang paruh waktu

Andai Tuhan dan Ayahmu mengijinkan
maka perkenankan aku
menjaga titipan itu bersamamu.

Gorontalo, 22 Juni 2015 | 10.24 pm