Welcome to www.winkamaru.com

Cerita Perjalanan, Mendaki Puncak KPG Gorontalo


Halo… jumpa lagi dengan saya setelah sekian lama tidak menulis di blog ini, dimaklumi saja akhir-akhir ini aktifitas menulis di blog masih saya tanggalkan, sebab saya memiliki kesibukan lain untuk membuat projeck video komunitas musikalisasi puisi (KMP Bastrasia) serta beberapa kesibukan lain.


Hari ini sepenggal kisah lucu telah terjadi dan menjadi bahan menarik untuk saya ceritakan. Meski mungkin saja bukan menarik melainkan memalukan. Hehehe…

Kemarin Jumat, 27 mei 2016. Saya dan beberapa teman saya meluangkan waktu untuk pergi naik puncak, tepatnya jam 04.xx Wita.

Tujuannya untuk refreshing sekaligus melatih kembali otot kaki yang tidak lagi aktif ke gunung seperti saat masih di kampung halaman. Taliabu!

Oh… iya, kami bukan Mapala atau aktivis lingkungan.

Melainkan sekumpulan anak muda yang ingin menikmati hutan tetapi tidak dengan mencemari lingkungan di sekitar.

Selain itu perlu diketahui bahwa hutan bukanlah tempat untuk menikmati kenyamanan melainkan menikmati rasa nikmat yang sesungguhnya, capek, lelah, kepuasan, dan ceritanya. Sebab jika hanya untuk menikmati kenyamanan maka di rumah tentu lebih nyaman daripada di hutan.

Beberapa hal menarik dan mungkin memalukan yang saya alami, mungkin harus saya bagikan kepada teman-teman.

Hal-hal menarik dan memalukan tersebut di antaranya:

  • Saya mengalami kelelahan ketika dikagetkan dengan puncak yang cukup tinggi, kaki saya sempat kelelahan bahkan hampir tidak bisa lagi diangkat terus ke atas. 
  • Kasus di atas mungkin adalah kejadian umum, tetapi saya tidak hanya mengalami hal itu, saat naik punck ke KPG saya harus muntah-muntah 3 kali, dan istrahat dengan jangka waktu yang sangat lama. Hingga saya sering tertinggal dari rombongan. 
  • Selain tertinggal saya mengalami sakit kepala, dan isi perut yang perih, dan terasa kembung, sampai-sampai selain muntah-muntah saya pun harus buang air besar saat perjalanan? (Umh…, Memalukan bukan?) 
  • Yang paling menjengkelkan dan sangat memalukan adalah saya sampai mengeluarkan suara, Tobat dan Ingin Turun Saja dan Pulang. Hehehe… 

Memang demikian hal yang saya alami, dari pengalaman itu saya sedikit belajar bahwa untuk naik puncak kita harus memiliki kesiapan mental dan fisik yang kuat. Dari itu, saat pulang saya ingin melakukan diet ketat dan olahraga rutin untuk mendapatkan fisik yang kuat. Sebab, saya tidak tobat dan ingin menikmati pendakian lagi di lain waktu.

Selain kesiapan mental dan fisik, sebelum naik puncak kita harus memiliki persiapan yang mantap. Diantaranya: Obat, Jacket, Air Minum, Bahan Makanan, serta perlengkapan naik gunung yang lainnya. Selain itu jangan lakukan seperti yang saya lakukan.

  • Sebelum naik gunung saya makan cukup kenyang, berpikir untuk stamina dan kuat nanti ketika naik puncak! (Hal ini perlu dipertimbangkan jangan sampai kekenyangan dan mengalami hal yang seperti saya rasakan)
  • Saat naik gunung saya banyak berbicara, dan mengambil video perjalanan (Berdasarkan penjelasan teman, banyak bicara saat naik puncak akan membuat kita cepat lelah) 
  • Sebelum naik gunung, rencanakan waktu dan persiapan dengan matang jangan seperti yang kami lakukan persiapan hanya dilakukan pas setelah selesai sholat jumat, jam 04.xx Wita, akhirnya kita berangkat. Tanpa persiapan yang matang dan peralatan yang memadai. 

Itu Saja sedikit cerita pendakian ke puncak KPG Gorontalo

BERIKUT FOTO-FOTO YANG SEMPAT KAMI DOKUMENTASIKAN













Okay... Mungkin hanya itu saja beberapa dokumentasi dan momen yang dapat saya bagikan kepada teman-teman.

Semoga berkesan dan menjadi bahan yang bisa menghibur. Silakan sampaikan komentarnya...