Welcome to www.winkamaru.com

Malas Menulis Status di Facebook


Bukan akhir-akhir ini tapi sudah lama sebenarnya saya malas menulis status di facebook! Malas karena tidak tahu harus menulis status apa?

Anda mungkin akan menulis “OTW Jakarta” “OTW Medan” atau “Makan Dulu” tidak pernah ada status gokil yang memiliki nilai edukatif misalnya “OTW Surga” atau “Makan Pahala Dulu” biar masuk surganya gampang dan memberikan pesan positif bagi pembacanya meski isi statusnya pendek.

Tidak ada status yang asyik dibaca dan harus dibagikan kepada banyak orang! Pikiran saya akan menjadi kacau kalau tiba-tiba berstatus ria yang topik bahasan statusnya sama Kalau Bukan Galau, Rindu, kalau Bukan Rindu, Bete, Kalau Bukan Bete, Malas! Bahkan ada yang kalau bukan hidup, ingin mati saja!

Kita menjadi manusia yang selalu mengeluh, melapor, meminta, dan memohon.

Padahal ada tuhan yang dapat menggantikan posisi facebook sebagai tempat mengeluh, melapor, meminta, dan memohon.

Saya takut jika suatu ketika facebook akan menganggap dirinya tuhan seperti firaun, sementara penggunanya akan merasa lebih enak mengeluh pada facebook.

Saya takut “Tuhan iri*” dan ini dapat menjadi sebuah dosa besar. Musyrik menduakan Tuhan dan Mengutamakan Facebook.

Astagfirrulllah...

Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami, berilah hidayah kepada kami, tanamkanlah bibit takut dalam hati kami untuk berbuat dosa, supaya kami selalu menyebut, menyembah, dan hanya memohon pada-MU. Aamiin.

Kamu masih rajin berstatus ria di facebook?

Saya juga masih! Tapi selalu berusaha semoga tiap status yang ada bukan untuk berkeluh kesah, dan meminta-meminta sesuatu yang aneh-aneh. Apalagi sampai menjadi tempat mengutarakan makian dan kekesalan dan dibaca banyak orang.

Sebenarnya hal yang paling utama membuat saya malas berstatus di facebook! Karena saya tidak memiliki bahan untuk sekadar menulis status. Saya ingin sekali menulis status facebook yang jadinya panjang seperti ini. Akhirnya malah di post ke blog!

Kan bisa menulis panjang di status facebook!

Iya sih! Tapi tulisan lambat laun akan tergeser ke daerah dasar paling bawah dan akan sulit muncul lagi di permukaan.

Padahal bagi saya tulisan adalah bentuk ungkapan perasaan yang sewaktu-waktu dapat dibaca kembali untuk memberikan hiburan kepada diri. Mengurangi stress, menjadi lebih positif dalam menanggapi permasalahan hidup, dan menjadikan diri lebih produktif daripada biasanya.

Insya Allah.

Itulah mengapa menulis di blog lebih asyik dan menjadi pilihan ketimbang menulis status panjang di facebook.

Semuanya selera aja...

dt, Heledulaa. 27 Februari 2016

*hanya sebuah diksi dan ungkapan untuk menggambarkan sebuah pemaknaan mengenai bagaimana mengutamakan sesuatu yang paling inti!