Welcome to www.winkamaru.com

Tidak Ada Manusia Yang Sempurna

“Manusia bukan makhluk Tuhan paling seksi, bukan manusia paling benar, paling sempurna, karena manusia yang sempurna adalah manusia yang tidak sempurna.”
Pagi ini segelas kopi susu menemaniku di atas meja kusam. Sekilas mengenang waktu dan masalah hidup yang sudah dilewati. Laptop sederhana dengan harga yang cukup murah ini menjadi sahabat karibku mencurahkan segala penatku.

Manusia tidaklah selalu dan benar dan tidak pula selalu salah. Segala tindakan yang kita perbuat pasti memiliki alasan. Tidak ada manusia yang tega membunuh dirinya sendiri, tidak ada manusia yang akan melaksanakan pembunuhan, pencurian, pemerkosaan, penganiayaan, tanpa ada alasan.

Tetapi yang menjadi sebuah catatan! Apapun alasannya tindak kejahatan tetap sebuah kejahatan. Jika berbicara mengenai dosa, kita manusia tidak punya kesanggupan mengatakan dan menyatakan itu. Kita tidak bisa menyebut orang lain salah tanpa mengetahui dasar yang jelas mengapa dia disalahkan, apalagi sampai mengatakan kamu sangat berdosa.

Bagaimanapun bentuknya kehidupan tetap kehidupan. Jalan yang kita tempuh dalam mengarungi bahtera dunia ini memang selalu merupakan kodrat ilahi.

Tidak selamanya jalan yang kita inginkan adalah seperti yang diharapkan, semuanya adalah teka-teki, tidak ada manusia yang mengetahui nasibnya di depan sana. Kadangkala kita sering merasa lebih benar dan lebih baik dari orang lain. Sehingganya tanpa sadar keegoisan muncul dan menutupi hati nurani.

Hingga sikap untuk menerima kenyataan menjadi gelap dan tidak lagi dirasakan.

Mungkin banyak diantara kita yang mengalami hal serupa, bertindak seakan kita benar. Tanpa melihat dimana letak kebenaran yang kita lakukan.

Wajar…!

Manusia memang sering khilaf, dan itu tidak dapat disalahkan. Tapi satu hal yang pasti manusia memiliki hati yang lebih besar dibanding tindakan brutalnya.

Seorang pendosa adalah ketika dia tidak mampu menempatkan hati nurani menjadi tujuan hidupnya, tugas kita manusia bukan malah semakin membenci dan/atau sekadar memaafkan. Tetapi untuk menyadarkan dan memberikan ilmu yang bermanfaat kepada mereka mengenai kunci hidup agar dapat melihat hidup dari hati nuraninya.

Memang tugas yang demikian itu sangat berat. Sebab sebagai manusia bagaimanapun kita tetap memiliki sisi negatif dan rawan melakukan tindakan brutal juga.

Tidak ada yang dapat disalahkan dan dibenarkan, semuanya berjalan sesuai dengan kondisi lingkungan manusia itu hidup. Beginilah kita manusia. Selalu sering merasa benar dan selalu salah.

Semoga “A” dan “GAMA” bersama kita, dan memberikan hidayah dan lindungan Tuhan.

Dt, 23-10-2015
Terinspirasi dari jiwa besar saudaraku yang belum pernah kutemui.
(tidak tahu mengapa tulisan sederhana ini meneteskan air mataku, semoga sampai membasahi hati)