Welcome to www.winkamaru.com

Puisi: Penantang Maut


Penantang Maut
Karya: Win Kamaru

Angin yang mendorongmu telah kau jadikan teman
gelombang yang perkasa itu telah kau anggap mainan
senyummu tidak pernah malu-malu
kau selalu saja bersahaja
rasa takutmu tidaklah pernah kulihat.

Guntur yang menggelegar
hujan dan badai yang menyeret perahumu
kau terjang tanpa ada sedikitpun getar dadamu

Kau penantang maut sejati

Tiap malam! Istrimu berdoa tak henti-henti
menunggu kembali dari lautmu
cemas istrimu selalu bisa kau jadikan tawa
senyum sahajamu, merayu.

Tawa anak-anakmu selalu kau jadikan alasan

Untuk tidak berhenti ke laut

Selalu begitu!
Kau jadikan senyuman menutup letih dan lelahmu

Ayah
Akulah anakmu
Yang dahulu tak pernah tahu
Kejamnya lautan dan bahayanya maut
Yang dahulu tidak pernah mengerti
Senyuman letih dan lelahmu

Aku adalah anakmu yang tawanya tidak mau peduli dengan kehidupan
Yang tawanya jadi alasan kau tidak pernah berhenti bertarung nyawa
Menggadaikan kematian.

Kau penantang maut sejati.
Berpuluh-puluh tahun lamanya

bertarung nyawa
menggadaikan kematian...

Gorontalo, 17 Februari 2015
(dt, pada sebuah sudut jiwa dalam jelma masa yang telah lalu. Kepada Ayah hebat di seluruh penjuru dunia…)