Welcome to www.winkamaru.com

Bernalar Tentang Kebahagiaan


Saya tahu bahwa dunia hanyalah sebuah keindahan, saya juga mengerti bahwa kebahagiaan manusia hanya bisa terukir saat kita dapat menerima dan menikmati kenikmatan dunia. Inilah yang saya tahu bahwa sesuatu seperti itu disebut sebagai kebahagiaan.

Terkadang hal sepeleh sebenarnya bisa membuat kenikmatan itu pudar. Tapi, bagi saya semua itu hanyalah ilusi semata yang sempat menepi di dalam peristiwa kehidupan manusia.

Angin, adalah unsur kehidupan yang paling menonjol dan penyejuk semua dahaga saya. Saya tahu selain ada angin. Api, air, dan tanah adalah unsur kehidupan pendukung lainnya. Tetapi tidak semua orang mampu mengendalikan hatinya. 

Padahal sejatinya kebahagiaan dalam hidup hanya pada pengendalian hati manusia. Unsur kehidupan lain hanyalah pendukung saja. Sehingganya. Api, air, tanah, dan udara (angin) bukan apa-apa menurut saya.

Menjadi bahagia adalah dengan menjadikan hati damai dan tentram. 

Sederhana saja, namun banyak orang menganggap justru sebuah kesederhanaan adalah sesuatu yang paling sulit diterapkan dalam kehidupan. Sebab hanya ada dua tingkatan keindahan. Kalau bukan menjadi orang kaya, minimal menjadi orang yang terlihat kaya. 

Padahal, garis kehidupan hanya ada pada situasi individu pandai mengontrol atau mengendalikan hatinya. Tidak salah lagi SQ dan EQ tampaknya memang benar-benar harus dapat berjalan seiring untuk membangun IQ manusia. Tiga unsur kecerdasan ternyata adalah bumbu menciptakan kenikmatan dunia. 

Dunia yang penuh keindahan ini tidak akan merasa tersisih jika semuanya membentuk sebuah sistem yang utuh.

Dalam ajaran beberapa agama, banyak menekankan pada perilaku bagaimana manusia menikmati hidup di dunia. Kalau mereka percaya dunia penuh dengan keindahan. Maka sudah seharusnya mereka percaya bahwa pengendali inti semua itu adalah perasaan. Tentu saja berada pada hati manusia.

Sebab letak sebuah keindahan bukan karena diamati saja, melainkan dirasakan hati. Manusia makhluk yang luar biasa. Sebab, mereka dianugerahi sistem yang utuh untuk bisa bekerja sama membangun kebahagiaan. Keutuhan itu terlihat pada: akal, rasa, dan emosi manusia.

Mengontrol hati untuk kebahagiaan? Umh… siapa bilang itu sulit? 

Tidak ada! 

Sebab, kebanyakan yang terjadi kesulitan itu terjadi karena kita belum menemukan jalan mencapaikan kebahagiaan yang dicari...

Dt, 09.17 am. 15 Agustus 2014
Kantin SMAN 4 Gorontalo